Ahli Pidana Sebut Penganiayaan Kasatpol PP DKI Sebagai Aduan Relatif

Estimasi Baca :

Ilustrasi: Sejumlah personil Satpol PP Foto: Antara - Kriminologi.id
Ilustrasi: Sejumlah personil Satpol PP Foto: Antara

Kriminologi.id - Laporan kasus penganiayaan kategori ringan tergolong aduan relatif. Polisi bisa menghentikan perkara ini jika pelapor sudah menyelesaikan perkaranya di luar ruang persidangan dalam kasus aduan penganiayaan Wasnadi oleh Kasatpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko.

"Penganiayaan kategori ringan itu masuk grade (kelas) aduan relatif. Kalau sudah terselesaikan di ruang luar sidang, polisi bisa mengeluarkan diskresi untuk tidak melanjutkan perkara ke pengadilan," kata Ahli Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Mudzakir kepada Kriminologi, Kamis, 25 Januari 2018. 

Mudzakir mengomentari ini terkait pelaporan Kasatpol PP DKI Jakarta, Yani Wahyu Purwoko oleh anggotanya Wasnadi yang berakhir damai. 

Baca: Wasnadi Kawal Sterilisasi Tanah Abang Usai Islah Dengan Kasatpol PP

Mudzakir menambahkan, kecuali jika tergolong penganiayaan berat, maka polisi melanjutkan proses hukum tersebut. Adapun kategori penganiayaan berat, kata Mudzakir, yaitu penganiayaan yang melanggar ketertiban umum dan rasa keadilan dalam masyarakat terhadap korbannya.

Misalnya, korban penganiayaan hingga mengalami luka parah, geger otak. 

"Pertanyaannya kalau kategori ringan selesai yah itu lebih baik. Polisi menggunakan diskresinya di luar pengadilan. Ini yang namanya penegakan hukum dalam konteks negara hukum bersendikan Pancasila," ujarnya. 

Berdasarkan Pasal 351 ayat 1 dijelaskan penganiayaan ringan adalah penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian. Adapun ancaman hukumannya dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500. 

Baca: Kasatpol PP DKI Minta Maaf, Laporan Penganiayaan Dicabut

Wasnadi, anggota Satpol PP DKI Jakarta melaporkan pimpinannya ke Polda Metro Jaya terkait penganiayaan, pada Rabu, 17 Januari 2018.

Dalam laporan bernomor LP/ 320/ I/ 2018/ PMJ/ Ditreskrimum 17 Januari 2018 itu, penganiayaan tersebut terjadi di Kantor Blok H lantai 16 ruang Posko PTI (Satpol PP) Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2018, sekitar pukul 18.00 WIB.

Wasnadi dituduh oleh Yani telah membocorkan berita acara tentang reklame ke media. Akibat tuduhan itu Wasnadi didorong ke tembok dan dicekik. Setelah itu dia ditampar oleh Yani.

Baca: Dilaporkan Bawahan, Kasatpol PP DKI Pernah Todongkan Airsoft Gun

Kasatpol PP DKI Jakarta, Yani mengatakan, pihaknya telah berdamai dengan anggotanya itu. Kini, Wasnadi telah bertugas kembali. 

"Dia bertemu saya, dia meminta maaf saya maafkan dan saya juga minta maaf dia maafkan, ini paradigma zaman now, beda dengan zaman old, jangankan menyentuh berbicara salah saja bisa ke aturan. Ini menjadi hikmah dan pembelajaran bagi semua jajaran Satpol termasuk saya,” ujar Yani kepada wartawan, Kamis, 25 Januari 2018. SM

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Kata Pakar Ahli Pidana Sebut Penganiayaan Kasatpol PP DKI Sebagai Aduan Relatif

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu