Ilustrasi kejahatan, ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Aksi Copycat Crime Gangster, Pakar: Tak Ada Peniru Kejahatan Kebetulan

Estimasi Baca:
Senin, 2 Jul 2018 20:50:17 WIB

Kriminologi.id - Redoine Faid (46), seorang gangster terkenal dibawa kabur dari penjara di wilayah Paris oleh kaki tangannya dengan helikopter bajakan, Minggu, 1 Juli 2018. Aksi melarikan diri Faid dengan bantuan anak buahnya ini bak film-film laga Hollywood.

Pengakuan Faid soal aksinya itu juga sempat membuat polisi terkejut. Aksi penjahat kakap di Prancis ini terinspirasi dari film berjudul "Scarface". 

Scarface adalah film kriminal Amerika 1983, yang ditulis oleh Oliver Stone dan disutradarai Brian De Palma dan. Film ini merupakan daur ulang film 1932 dengan judul yang sama. 

Pakar Psikologi Forensik Universitas Indonesia, Reza Indragiri, mengatakan tidak ada suatu kejahatan peniru yang bersifat kebetulan.

Saat ditanya apakah aksi jahatnya Fraid ini akibat terpengaruh inspirasi film, meniru adegan jahat dari film (copycate) atau hanya karena kebetulan, Reza menyatakan semua pelaku kejahatan itu jelas sebab musababnya. 

Walaupun, kata dia, niat jahat itu sendiri tak disadari pelakunya.

"Karena peniru sangat mungkin. Social learning Theory atau Modelling Theory adalah basis teorinya. Sebutan populernya adalah copycat crime." ujar Reza saat dihubungi Kriminologi.id di Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.

Reza menegaskan adegan dalam film itu sangat  berpengaruh kuat terhadap perilaku orang yang menontonnya. Namun demikian, tidak semua penonton film mempraktekan adegan yang ditontonnya itu.

Pengakuan Faid memang cukup mengejutkan saat menyatakan aksi kejahatan yang dilakukannya itu terinspirasi oleh film-film seperti "Scarface". 

Scarface adalah film kriminal Amerika 1983, ditulis oleh Oliver Stone dan disutradarai oleh Brian De Palma dan. Film ini merupakan daur ulang film 1932 dengan judul yang sama. 

Film ini menceritakan kisah pengungsi Kuba, Tony Montana (diperankan aktor Al Pacino ) yang tiba di Miami tahun 1980-an. Kedatangan Tony yang nyaris tanpa membawa apa-apa kemudian naik daun setelah menjadi gembong narkoba.

Film Scarface dirilis pada 9 Desember 1983 dan sukses box office. Meski demikian, kemunculannya ditanggapi secara negatif karena mempertontonkan kejahatan yang vulgar serta penggunaan narkoba. 

Namun Faid tidak menjelaskan secara detail pengaruh film yang ditontotannya itu dengan rentetan peristiwa kejahatan yang dilakukannya. 

Terkait pelarian Faid dari penjara ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, pada tanggal 13 April 2013, Faid, dalang dari perampokan bersenjata yang merenggut nyawa polisi, itu melarikan diri dari penjara Sequited, menggunakan bahan peledak.

Lima pintu penjara diledakkan dalam sekejap dan melarikan diri dengan menahan empat orang sipir penjara. Dia kemudian berlibur menggunakan mobil dan membakar mobil tersebut di Lille dan pergi dengan kendaraan lain. Faid ditangkap kembali di Hotel B&B di Pountault-Combault, Prancis. 

Aksi meniru film Scarface dalam ilmu kriminologi lazim disebut sebagai copycat crime (kejahatan peniru), yakni sebuah bentuk kejahatan dimana pelakunya mengimitasi kejahatan yang telah pernah dipublikasikan sebelumnya. 

Kisah Faid adalah salah satu dari aksi kejahatan yang dipengaruhi oleh film. Adalah Gary Heidnik yang berasal dari Philadelphia, AS juga merupakan salah satu contoh pelaku kejahatan yang terpengaruh karena film 'The Silence of the Lambs' (diproduksi tahun 1991).

Film The Silence of the Lambs menceritakan tentang seorang wanita bernama Clarice Starling dari FBI yang sedang menyelidiki kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Buffalo Bill. 

Ternyata apa yang dilakukan oleh Bill ini 'ditiru' oleh Gary Heidnik yang menyekap beberapa orang wanita dalam ruang bawah tanah dan menyiksa mereka sampai ada yang meninggal dunia. Kasus ini terungkap setelah salah satu korban, Josefina Rivera (25) berhasil melarikan diri.

Menurut para ahli, sebenarnya tidak ada teori baku tentang kejahatan peniru atau copycat crime, tetapi ada empat perspektif teoritis yang relevan, yakni imitasi, penularan sosial, difusi inovasi sosial dan teori belajar sosial. 

Perspektif pertama, imitasi dilihat sebagai perilaku manusia yang umum. Hal ini bisa dijelaskan dalam dalam ilmu biologi dan psikologi. Perspektif kedua, penularan sosial, studi imitasi dalam kelompok kolektif dengan fokus pada siklus hidup gelombang kejahatan. 

Perspektif ketiga adalah studi tentang difusi inovasi sosial dan berfokus pada faktor-faktor yang mendorong adopsi perilaku yang baru, diterima secara sosial dan dianjurkan. Dalam penelitian difusi, perilaku kriminal belum menjadi pertimbangan utama. 

Perspektif teoritis terakhir adalah teori belajar sosial, yang berfokus pada bagaimana manusia belajar perilaku baru dalam pengaturan sosial. 

Meskipun terdapat perhatian dalam empat cara pandang ini, namun tentang copycat crime belum luas. Salah satu alasan adalah kesulitan dalam mengidentifikasi kejahatan peniru. Di satu sisi, kejahatan lain relatif mudah diukur dan secara rutin dihitung dalam statistik penegakan hukum resmi, namun copycat crime tidak dihitung dengan cara sistematis.

Reporter: Marselinus Gual
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500