Suasana lokasi pembegalan payudara di Gang sempit, Depok. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Begal Payudara Marak, Sosiolog: Pendidikan Seks Harus Dievaluasi

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 08:54:10 WIB

Kriminologi.id - Maraknya kasus begal payudara atau pelecehan seksual di jalanan dinilai akibat pendidikan seks atau sex education yang diberikan kepada generasi muda tidak tepat. Untuk itu pendidikan seks perlu dievaluasi agar anak-anak tidak hanya diperkenalkan seks namun juga harus dibarengi dengan budi pekerti.

Sosiolog dari Universitas Indonesia, JF Warouw menilai, maraknya kasus bega payurada tersebut merupakan ekspresi seks yang bisa disebabkan oleh satu faktor atau bisa juga multi faktor.

Menurutnya, generasi sekrang berbeda dengan generasi dulu terkait pendidikan seks. Saat ini generasi muda berada di era keterbukaan teknologi informasi.

“Kalo kita lihat misalnya sex education atau pendidikan seks. Satu waktu agrama menekankan masalah seks tidak bisa diekspose. Generasi muda sekarang berbeda dengan generasi dulu,” ujar Warouw melalui sambungan telepon kepada Kriminolgi.id, Senin, 23 Juli 2018.

Warouw menjelaskan, selain hal tersebut, ada pula faktor pertumbuhan generasi muda yang sangat cepat juga membedakan dengan generasi dulu.

“Sekarang akseslasinya itu sangat cepat sehingga proses pertumbuhan metabolisme biologis mereka sangat cepat terjadi. Contoh generasi anak muda sekarang banyak supplement food, supplment drink baru usia 10 tahun payudara sudah menonjol,” ujarnya.

Warouw juga menandang, pendidikan seks saat ini harus dievaluasi. Karena pendidikan seks itu diperkenalkan, menurutnya dorongan seksual pada generasi muda lebih awal muncul.

“Kalau dulu usia 17-20, mulai ada dorongan, Karena namanya sex education yang terjadi saya melihat, anak-anak kecil sering mencomot payudara ibunya, tantenya. Dan hal itu tidak dianggap sebuah kesalahan. Ini kemungkinan sosiologi mengatakan akibat sosialisasi seks,” katanya menjelaskan.

Menurut Warouw, dirinya juga memandang ada kesalahan dalam pendidikan keluarga sehari-hari. Menurutnya keluarga tidak lagi mengajarkan budi pekerti.

Untuk itu dia menyarankan, sebagai solusi jangka panjang pendidikan seks baik di sekolah atau di masyarakat dievaluasi. 

“Solusinya pertama jangaka panjang sex education di sekolah dan dimasyakat harus di evaluasi. Karena kalau kita lihat sistem kemasyarakatan kita sangat bagus, ada RT, ada RW ada kelurahan. Kalau di luar tidak ada. Baru evaluasi pada lembaga-lembaga pendidikan yang ada,” ujar Warouw.

Sebelumnya diberitakan, AT menjadi korban begal payudara di Gang Swadaya, Jalan Taman Indah II, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu, 15 Juli 2018. 

Kala itu, seorang pria tak dikenal mengendarai sepeda motor matic hitam tiba-tiba meremas payudaranya sebanyak tiga kali. Pelaku juga memperlihatkan alat vitalnya tersebut kepada AT. AS

Reporter: Achmad Sakirin
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500