Bocah Nonton Video Porno di Handphone, Psikolog Soroti Perekamnya

Estimasi Baca :

Psikolog dari Universitas Indonesia Mira Amir menyoroti kasus bocah nonton video porno dari handphone (15/03/2018). Foto: Mira Amir - Kriminologi.id
Psikolog dari Universitas Indonesia Mira Amir menyoroti kasus bocah nonton video porno dari handphone (15/03/2018). Foto: Mira Amir

Kriminologi.id - Peristiwa mengagetkan bocah yang diperkirakan berusia 5 tahun menonton video porno dari handphone (HP) yang viral di media sosial banyak mengundang perhatian masyarakat terutama ibu rumah tangga. 

Psikolog dari Universitas Indonesia Mira Amir lebih menyoroti pelaku perekam adegan porno dan mengunggahnya di media sosial. Mira tak habis pikir, apa tujuan si perekam adegan porno dan menyebarkan adegan seks ke media sosial itu.  

Balita menonton video porno
Cuplikan rekaman bocah nonton video porno di handphone 

Sebagai barang bukti, lalu ditayangkan ke media sosial, atau demi kepuasaan semata karena viral? 

"Saya bukan anak nonton videonya, tapi perilaku orang yang merekam adegan itu dan mengunggahnya ke media sosial, itu yang kami soroti," ujar Mira Amir kepada Kriminologi.id, Kamis, 15 Maret 2018. 

Baca: Miris, Bocah 5 Tahun Terekam Kamera Nonton Video Porno di Ponsel

Mira, yang aktif di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT-UI) itu menegaskan, perilaku merekam tindak asusila atau kejadian kriminal lain itu berbahaya bagi lingkungan sosial. Seharusnya masyarakat mengingatkan terhadap pelaku perbuatan asusila, bukan merekam. 

Screenshot video bocah peremupan sedang menonton film porno
Screenshot video bocah perempuan menonton adegan porno di handphone.

Apalagi sekarang marak video rekaman di media sosial tentang kekerasan anak. Terakhir, video bullying siswi SMP Negeri 14 Tangerang yang juga viral di media sosial. Si perekam itu bukan hanya membiarkan perilaku kekerasan terjadi, justru merekam dan menyebarkannya ke media sosial. 

"Ini tanda lingkungan sosial telah mendiamkan. Celakanya malah direkam dan diunggah tanpa ada upaya menghentikan," ujarnya. 

Baca: Video Viral Bocah Perempuan Nonton Film Porno di Ponsel

Lebih jauh, Mira menjelaskan konsekuensi terburuk jika ini terus dibiarkan maka akan sakit rame-rame. Artinya, kontrol sosial sudah tidak berfungsi sehingga dampaknya bukan saja pada pelaku, akan tetapi semua. 

"Kalau tidak da yang menghentikan (mengingatkan) kita akan sakit rame-rame, bukan hanya anak yang terpapar, atau orang tua yag nanti dikemudian hari bisa menunjukkan perilaku anak yang lebih serius lagi, tapi itu menjadi pembiaran luar biasa," ujarnya. 

Memang, diakui Mira untuk mengingatkan pada pelaku asusila atau tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan tidak mudah. Banyak masyarakat, kata Mira yang terkendala bagaimana cara penyampaiannya agar tidak menambah masalah. 

"Memang ada caranya, bagaimana mengingatkan agar orang yang diingatkan itu tidak emosi. Paling tidak, masyarakat sudah mengingatkan atau laporkan ke pengurus warga dan pihak berwajib agar segera mendapat penindakan," ujar Mira. 

Baca: Anak Menonton Video Porno Rentan Menjadi Pelaku Kekerasan Seksual

Sedikit jauh melebar, perilaku perekaman di era digitalisasi ini pun memiliki aturan, kata Mira. Saat ini, lanjut Mira, masyarakat telah menghadapi permasalahan pada penggunaan alat perekam di kamera ponsel di era digitalisasi ini.

"Masyarakat kita bermasalah, segala sesuatu main rekam. Rekam itu harus ada izin, ketika merekam sesuatu ada izin.Perilaku yang salah, seharusnya sebelum merekam kita mengingatkan dulu," ujarnya.

Seperti diketahui video mencengangkan kembali beredar di media sosial, Rabu, 14 Maret 2018. Bocah yang diperkirakan berusia sekitar lima tahun tertangkap kamera sedang menonton video porno melalui HP. Yang membuat miris, orang dewasa yang berada di samping bocah tersebut, yang diduga ibunya tidak sadar dengan perilaku sang bocah.

Video tersebut beredar luas di media sosial Facebook, Rabu, 14 Maret 2018. Akun Yuni Rusmini  memposting video tersebut dalam durasi satu menit. Diduga video tersebut direkam di kawasan DKI Jakarta saat tengah menunggu antrean, namun belum diketahui lokasi pasti video tersebut direkam. Suara dalam video itu menyebut sejumlah kawasan di Jakarta. 

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Kata Pakar Bocah Nonton Video Porno di Handphone, Psikolog Soroti Perekamnya

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu