Polwan Maria Magdalena yang tewas bunuh diri dirumahnya.

Brigadir Maria Gantung Diri, Pakar: Polwan Harus Kejar Penjahat Juga

Estimasi Baca:
Jumat, 27 Jul 2018 17:45:42 WIB

Kriminologi.id - Polisi wanita atau Polwan Brigadir Maria Magdalena gantung diri di rumahnya karena depresi bertugas di unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA Satuan Reserse Kriminal Polsek Batu Aji, Rabu, 25 Juli 2018.

Depresi ini kemungkinan karena tekanan tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota reserse yang mengurusi kejahatan remaja, anak dan wanita, kata mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas, Edi Hasibuan, Jumat, 27 Juli 2018. 

"Dia (Polwan) juga sama dengan polisi lelaki, mencari pejahat dan menangkapnya. Pencarian penjahat itu tidak mengenal waktu, bisa siang malam," ujarnya. 

Edi menambahkan, sebagai anggota unit PPA Satreskrim Polsek Batu Aji, Maria juga harus memburu penjahat dan menelusurinya hingga tertangkap.

Bedanya dengan reserse umum, hanya pada kasus yang ditanganinya seputar pelanggaran hukum pada remaja, anak dan wanita saja. 

"Yang seperti ini biasanya penyebab konflik kalau tidak kuat. Karena polisi itu kerjanya 24 jam," ujarnya. 

Meski demikian, Edi mengatakan banyak faktor yang menjadi penyebab polwan berpangkat bintara itu gantung diri. Bisa saja karena persoalan personal atau keluarga.

Akan tetapi, untuk alasan terakhir kemungkinannya tipis karena suami Maria dalah perwira dari pasukan elite polisi alias Brigadir Mobile atau Brimob berpangkat perwira. 

"Dugaan saya lebih pada persoalan personal. Tentu saja, Polda Kepri harus melakukan pendalaman, paling tidak peristiwa ini bisa menjadi masukan berharga bagi Polri untuk memperhatikan anggotanya," ujar Direktur Lembaga Kajian Polisi atau Lemkapi itu. 

Diketahui, Brigadir Maria Magdalena ditemukan gantung diri di rumahnya di Blok F Cipta Asri tahap I, Sagulung, Batam, Rabu, 25 Juli 2018. 

Kesaksian suaminya, Togar, sebelum tewas istrinya sempat mengeluh soal pekerjaannya. Maria depresi sejak bertugas di Unit PPA Satreskrim Polsek Batu Aji.

"Pada saat di TKP (tempat kejadian perkara), suami korban menyampaikan kepada Kapolsek Batu Aji bahwa korban sudah tidak mau berdinas di Unit PPA dan sudah mengalami depresi akibat berdinas di bagian tersebut," kata polisi dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500