Ilustrasi Penembakan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Brimob Bunuh Diri, Pakar: Polisi Muda Masih Labil Butuh Psikolog

Estimasi Baca:
Sabtu, 21 Jul 2018 11:55:40 WIB

Kriminologi.id - Tindakan bunuh diri anggota Brimob bernama Thamrin Efrizal (23) dengan menembak kepala sendiri menggunakan pistol menunjukkan ketidakmampuan dalam menghadapi tekanan.

Polisi muda yang jiwanya masih labil tidak sedikit merasakan kesulitan menghadapi persoalan pribadinya, di sisi lain disiplin dan ketatnya aturan membuat prajurit dilema.

"Polisi yang muda-muda itu masih labil. Dia bingung kemana mengadunya saat ada persoalan pribadi. Di satu sisi, persoalan asmara itu kan privasi.

Akhirnya jalan pintasnya bunuh diri dengan senjata yang ada dipinggangnya," ujar Sosiolog dari Universitas Indonesia Hanny Warouw kepada Kriminologi.id, Sabtu, 21 Juli 2018. 

Hanny menjelaskan secara teori tindakan bunuh diri itu bisa dipicu karena disiplin yang terlalu tinggi. Peluang yang sama juga memungkinkan terjadi jika peraturan yang sangat longgar.

Hanya saja, yang perlu dilihat apakah tindakan menembak kepala sendiri ini dipicu karena peraturan kedinasan yang begitu ketat sehingga membuat polisi muda tertekan atau faktor lainnya. 

Solusinya? Hanny mengutarakan dalam kondisi polisi muda yang masih labil dibutuhkan penasehat psikolog yang bisa memperkuat mental prajurit di saat terpuruk.

Memang, kata Hanny, selama ini pembinaan mental bagi prajurit di semua kesatuan, khususnya polisi telah dilakukan. Akan tetapi, pembinaan mental tersebut bersifat kolektif, atau menyeluruh.

Sedangkan saat polisi muda ini menghadapi problem personal, diperlukan tenaga psikolog yang bisa membantu memecahkan persoalan yang dihadapi prajurit. 

"Yang dibutuhkan itu psikolog advisor (penasehat psikolog) bagi polisi-polisi muda ini. Itu untung saja nembak diri sendiri, kalau nembak orang lain bagaimana? ujar Hanny dengan nada guyon.

Seperti diberitakan anggota Brimob berpangkat Bhayangkara Satu atau Bharatu bunuh diri menembak kepala sendiri dengan pistol miliknya, Selasa, 17 Juli 2018.

Prajurit yang sudah tiga tahun berdinas di Korps Baret Biru itu meninggal di sebuah kamar yang terletak di lantai dua rumah Rasidin, di Jalan Belimbing 1 RT 05/09 Kelapa Dua Cimanggis, Kota Depok.

Beredar kabar di kalangan warga sekitar lokasi kejadian, kalau penyebab Thamrin bunuh diri karena depresi lantaran sang pacar meninggalkan dirinya dan menikah dengan pria lain di Palembang. 

"Katanya korban stres ditinggal kawin" ujar salah seorang warga saat ditemui Kriminologi.id, Kamis 19 Juli 2018.

Rasidin sendiri merupakan pemilik bengkel motor yang menjadi langganan Thamrin memperbaiki tunggangan roda duanya itu. Rasidin dan Thamrin tak memiliki hubungan persaudaraan.

Pertemuan keduanya karena profesi Rasidin sebagai montir langganan Thamrin memperbaiki motornya.

Hubungan keduanya semakin akrab setelah mengetahui sama-sama berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Sehingga Thamrin sudah dianggap seperti anaknya sendiri. 

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500