Olah TKP pencurian di Perumahan TNI AU Waringin Permai, Cipinang Melayu, Jakarta Timur. (Rahmat Kurnia/Kriminologi.id)

Deni Rono Tewaskan Pencuri di Rumahnya, Bisakah Dipidana?

Estimasi Baca:
Selasa, 12 Sep 2017 10:50:29 WIB

Kriminologi.id - Aksi heroik Deni Rono Dharana, guru bela diri Merpati Putih sempat menghebohkan publik, Senin, 11 September 2017. Betapa tidak, seorang pencuri yang nekat beraksi di rumahnya yang terletak di Perumahan TNI AU Waringin Permai, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, tewas seketika usai terlibat duel satu lawan satu.

Peristiwa itu terjadi saat Deni Rono pulang ke rumahnya sekitar pukul 07.30 WIB dan melihat kondisinya berantakan. Ia lalu menghubungi rekannya dan melihat seseorang tidak dikenal di dalam rumahnya dengan mengenakan penutup wajah berwarna hitam.

Deni kemudian mengunci pintu dan jendela agar pelaku tidak kabur. Duel hebat pun terjadi dengan pencuri yang berlangsung hampir setengah jam. Saat tersudutkan pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam.

Dengan sigap, Deni pun merebut senjata tajam dengan cara mematahkan, lalu menusuk tubuh pelaku hingga tewas.

Pertanyaan yang muncul dalam benak masyarakat, apakah aksi heroik Deni Rono Dharana bisa berujung pidana?

Akademikus Hukum Pidana Universitas Bung Karno, Azmi Syahputra, menyatakan yang menusuk dan menewaskan pelaku perampokan di rumahnya sendiri tidak bisa dikenakan pasal pidana.

BACA: Duel Lawan Pemilik Rumah, Maling Rumsong Tewas

"Pasal 49 KUHP menyebutkan orang yang melakukan pembelaan darurat tidak dapat dihukum. Pasal ini mengatur alasan penghapus pidana yaitu alasan pembenar karena perbuatan pembelaan darurat. Ini dapat dijadikan alasan penghapus pidana," katanya kepada Antara di Jakarta, Selasa, 12 September 2017.

Azmi juga menambahkan, semuanya tergantung dari hasil penyelidikan polisi, jika penyidik menemukan fakta-fakta pembelaan diri yang darurat maka demi hukum tidak dapat dihukum.

Terkait keadaan darurat, Azmi menyatakan motif pelaku sudah memenuhi dan dilakukan dengan sengaja, pelaku masuk ke rumah dan sudah berada di kamar utama yang diduga akan menyerang badan atau mengambil barang atau menyerang kehormatan sehingga "si pelatih" melakukan pembelaan.

"Bagi pencuri yang sudah terbiasa melakukan pencurian sampai masuk ke rumah sudah tahu risiko maksimalnya jika ketahuan akan membunuh atau terbunuh apalagi sudah menyiapkan senjata tajam," katanya.

Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500