Didakwa Main Hakim Sendiri, AKBP M Yusuf Dinilai Perlu Dijerat Hukum 

Estimasi Baca :

Pixabay.com - Kriminologi.id
Pixabay.com

Kriminologi.id - Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Yusuf, pelaku penendangan terhadap seorang ibu di minimarket miliknya yang terletak di Deliserdang, Sumatera Utara, dinilai perlu ditindak, baik secara hukum pidana maupun kode etik Polri.

“Sebab apa yang dilakukan AKBP M Yusuf itu perbuatan main hakim sendiri, apalagi terhadap seorang perempuan dan juga anak-anak,” kata Erdianto, pengamat hukum pidana dari Universitas Riau di Pekanbaru, Jumat, 13 Juli 2018.

Terlepas dari aspek hukum., menurutnya, secara sosiologis seharusnya AKBP M Yusuf bisa menempuh cara lain tanpa harus melakukan pelanggaran hukum. Tak hanya kepada ibu-ibu yang mencuri makanan dan minuman ringan di minimarketnya. Tapi juga terhadap Andy Rafly (12), anaknya yang masih pelajar SD. 

Erdianto menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan ibu dan anaknya termasuk recht delicten, bukan wet delicten. Artinya, perbuatan tersebut menag jahat. Akan tetapi apa yang telah dilakukan AKBP M Yusuf juga tindak pidana, apalagi dia sebagai seorang polisi. Karena itu, seharusnya AKBP M Yusuf tahu bagaimana seharusnya bersikap atas pencuri yang tertangkap tangan.

“Yang seharusnya ia lakukan adalah mengamankan pelaku untuk selanjutnya diproses secara hukum, bukan dengan main pukul. Suatu kebenaran akan menjadi kesalahan ketika diselesaikan dengan cara yang salah,” katanya.

Sebelumnya, penganiayaan yang dilakukan oleh AKBP M Yusuf viral di media sosial Facebook. Seorang ibu rumah tangga bernama Desy (42) dan anaknya Andi Rafly, warga Kelurahan Cipayung, Kecamatan Depok, Jawa Barat ditendang oleh AKBP M Yusuf. Selain ditendang, Desy dan anaknya juga dipukul menggunakan tangan dan sandal hingga menyebabkan mata kanan dan kiri lebam.

Korban berikutnya Atmi (41) ibu rumah tangga beralamat di Citayam Depok juga dipukul di bagian dahi menggunakan tangan, dipukul bagian kepala menggunakan sandal sehingga luka lebam di muka dan tangan kiri.

Andy Rafly (12) pelajar SD anak Desy, beralamat sama dengan ibunya dipukul di bagian pipi kiri dan kanan sebanyak tiga kali menggunakan tangan, dan dipukul di bagian muka sehingga bibir bagian atas pecah.

Erdianto menambahkan bahwa secara teknis kemampuan Polri khususnya di Riau tidak diragukan lagi di bidang penanggulangan teroris, keamanan perairan dan lalu lintas. Namun dalam bidang penyidikan, kemampuan dan sumber daya harus lebih ditingkatkan lagi khususnya peningkatan anggaran penyidikan. 

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Kata Pakar Didakwa Main Hakim Sendiri, AKBP M Yusuf Dinilai Perlu Dijerat Hukum 

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu