Ilustrasi: Media Sosial. Foto: Pixabay

Filter Socrates untuk Redam Hoaks di Media Sosial

Estimasi Baca:
Rabu, 28 Feb 2018 12:45:45 WIB

Kriminologi.id - Sebaran ujaran kebencian dan hoaks bertebaran setiap saat di media sosial. Hoaks dan adu domba dinilai bisa menghancurkan peradaban, terlebih jika adu domba itu dibalut dengan ayat dan hadis. Kata Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah Profesor Azyumardi Azra.

Polisi baru saja mengungkap kelompok pelaku ujaran kebencian Muslim Cyber Army. Kelompok ini diduga melakukan kegiatan provokatif dengan cara menyebar ujaran kebencian di media sosial. Sebelumnya, polisi juga membongkar sindikat penyebar hoaks Saracen.

Namun demikian, melawan banjir hoaks juga tidak bisa hanya dengan menangkap pelaku, menghapus, memblokir, atau mengklarifikasi konten.

Baca: Penangkapan Anggota Muslim Cyber Army Rugikan Islam, Kata Habib Novel

Forum Keamanan Siber dan Informasi (Formasi) menyarankan masyarakat luas menggunakan filter Socrates, filsuf Yunani kuno untuk menangkal berita bohong atau hoaks. Secara sederhana,  upaya filter "Socrates" sebagai langkah penyaring informasi dengan B3 yang terdiri atas langkah Benar, Baik, dan Berguna. 

"Kita dapat mengaplikasikan tiga filter 'Socrates', yang sangat terkenal sebelum membagikan informasi kepada orang lain untuk tidak terjebak hoaks," kata Koordinator Formasi Gildas Deograt Lumy di Jakarta, Rabu, 28 Februari 2018.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar sebelum memviralkan suatu informasi yang didapat, seseorang harus memastikan apakah informasi tersebut benar adanya.

"Kita pastikan dulu tiga hal ini. Apakah yakin kalau informasi tersebut adalah kebenaran? Apakah informasi tersebut adalah kabar baik bagi orang yang menerima informasi? Apakah berguna bagi orang menerima informasi?" katanya.

Baca: Muslim Cyber Army Dorong Figur TNI dan Sebar Isu PKI

Jika seseorang telah dapat menerapkan hal itu, kata Gildas, penyebaran berita dan kabar bohong kemungkinan besar dapat ditekan. Menurut Gildas, meluasnya hoaks mendatangkan dampak yang tidak sehat bagi jalannya proses demokrasi dan kehidupan bernegara.

Infografik Triple Filter Socrates Meredam Hoaks. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Bahkan, ia menegaskan dari berbagai pengalaman di negara lain, meluasnya hoaks menjadi awal kehancuran suatu negara.

Pihaknya sebagai perkumpulan komunitas informal warganet dan masyarakat yang aktif menggunakan internet mendukung langkah pemerintah untuk memerangi hoaks.

Baca: Dosen UII Sebar Hoax Muazin Dibunuh Ternyata Anggota Muslim Cyber Army

Gildas berpendapat, melawan banjir hoaks tidak bisa hanya dengan menghapus, memblokir, atau mengklarifikasi konten.

"Kita harus bersama-sama membangun budaya keamanan siber dan informasi yang positif dan produktif untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan bangsa di wilayah siber," katanya.

Ia menekankan bahwa dalam konteks Indonesia, wilayah siber seharusnya menjadi instrumen yang dapat mempersatukan darat, laut, dan udara.

"Bukan malah memecah belah bangsa kita yang Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500