Petugas kepolisian dan Dishub bersiaga dalam menerapkan aturan ganjil-genap di Tol Bekasi (12/03/2018). Foto: Facebook/Polda Metro Jaya Dot Info

Ganjil-Genap Tol Cikampek, Pengamat: Ini Dampak Pembangunan Tol Layang

Estimasi Baca:
Senin, 12 Mar 2018 12:34:43 WIB
Pemberlakuan ganjil-genap di Tol Jakarta-Cikampek di Pintu Tol Bekasi pada Senin, 12 Maret 2018. Proyek Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) menjadi penyebabnya, kata Pengamat Transportasi, Darmaningtyas.

Kriminologi.id - Penerapan aturan ganjil-genap di tol Jakarta-Cikampek mulai hari ini, Senin, 12 Maret 2018. Polisi mulai mengalihkan mobil berplat ganjil yang akan masuk dan melintas di jalur berbayar bebas hambatan ke putaran ke arah jalur arteri.

Kebijakan ganjil-genap Tol Jakarta-Cikampek ini diambil untuk mengurai kemacetan di jalur berbayar tersebut.  

Pengamat Transportasi Darmaningtyas mengatakan pemerintah bertangung jawab melayani mobilitas warga. 

"Apakah dengan penerapan ganjil-genap itu warga terganggu atau tidak?" ujar Darmaningtyas kepada Kriminologi, Senin, 12 Maret 2018. 

Baca: Video Lamborghini dan Mobil Patwal Polisi Tabrakan di Tol Cipali

Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu menambahkan bahwa kebijakan pengaturan ganjil-genap di tol Jakarta-Cikampek itu sudah benar. Langkah pemerintah menyediakan moda transportasi bus sebagai alternatif bagi warga untuk menghindar dari penumpukan kendaraan pun sudah tepat. 

Berbicara soal transportasi, kata Darmaningtyas, itu membahas soal data. Kecepatan kendaraan yang melintas di Tol Jakarta-Cikampek sekarang ini berkisar 60 sampai 80 kilimeter per jam. Sehingga butuh waktu tempuh 116 menit atau sekitar hampir dua jam.

Padahal logikanya, dengan jarak 73 kilo meter itu cukup ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan. 

"Artinya survey kendaraan yang melintas di jalur tol itu sudah terlalu padat," tuturnya. 

Baca: Insiden Tol Becakayu, Kepala Pengawas dan Pelaksana Jadi Tersangka

Hanya saja, ia menyoroti kebijakan yang diambil pemerintah ini akibat ulahnya sendiri, yakni membangun tol layang. Proyek jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) dengan investasi sebesar Rp 13 triliun ini yang dianggap sebagai penyebab kendaraan menjadi tersumbat. 

Pembangunan tol layang ini, menurut Darmaningtyas, tidak  menyelesaikan masalah. "lahan tol di Cikampek menyempit akibat pembangunan tol layang sehingga dilakukan rekayasa," ujarnya.

Permasalahan tol layang, prediksi Darmaningtyas, pada pertemuan kendaraan dari arah tol layang dengan tol biasa ini yang menimbulkan kemacetan. 

"Nggak perlu membangun tol layang, cukup datar saja. Kalau sudah melebihi kapasitas bangun kota baru," ujarnya.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500