Ilustrasi Anak Berhadapan dengan Hukum. Foto: Pixabay.com

Hilangkan Trauma Anak-anak Korban Gempa dengan Latihan Loncat dan Lari

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 13:00:42 WIB

Kriminologi.id - Anak-anak korban gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat perlu pendampingan psikologi untuk mengatasi trauma akibat gempa bumi. 

Berbagai aktivitas bisa dilakukan untuk menghilangkan trauma anak pascagempa, seperti latihan loncat dan juga lari, kata Pemerhati perempuan dan anak Giwo Rubianto Wiyogo, Selasa, 7 Agustus 2018.  

Ia mengatakan guru juga bisa berperan dalam menjalankan tugas sebagaimana mestinya meskipun di lokasi penampungan. Anak-anak, lanjut dia harus disimulasi agar traumanya segera hilang.

"Jangan sampai penderitaan anak bertambah, dengan tidak mendapatkan akses pendidikan," jelas dia.

Giwo mengatakan anak-anak jangan sampai larut dalam trauma yang berkepanjangan. Untuk itu, perlu adanya perananan psikolog untuk mengatasi trauma tersebut.

Anak-anak korban bencana, terangnya merupakan anak-anak yang harus mendapatkan perlindungan khusus dan harus dilindungi.

"Trauma pada anak harus segera dihilangkan, jangan sampai dibiarkan karena akan semakin melekat," ujarnya.

Giwo yang juga Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) itu juga telah berkoordinasi dengan Badan Kerja sama Organisasi Wanita (BKOW) Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk membantu rehabilitasi sosial pascagempa.

Sebanyak 98 orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok Utara, NTB, pada Minggu, 5 Agustus 2018.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan gempa tersebut juga telah mengakibatkan 236 orang luka-luka serta ribuan rumah rusak.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500