Hindari Saling Benci Sejak Kecil, Cari Akar Permasalahan Persekusi

Estimasi Baca :

Ilustrasi Persekusi, Foto: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi Persekusi, Foto: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Pengamat pendidikan Doni A Koesoema mengkritisi peristiwa dugaan persekusi terkait isu SARA terhadap siswa SDN 16 Pekayon, Jakarta Timur, berinisial JZS. Ia menilai, bila hal itu benar-benar terjadi, maka pihak sekolah harus bertanggung jawab. Namun sebelumnya, pihak yang berwenang harus mencari akar pemasalahannya terlebih dahulu agar terlihat jelas.

"Sebenarnya panggilan Ahok itu kan enggak apa-apa. Tetapi ketika sebutan Ahok menjadi panggilan yang negatif, berupa ejekan, kata-kata kasar, maka proses perubahan itu harus diselidiki lebih lanjut. Sejak kapan perubahan kata Ahok menjadi hal yang negatif dan mengapa bisa seperti itu, itu yang harus ditelusuri. Kita tidak bisa langsung menyimpulkan begitu saja," ucap Doni ketika Kriminologi menghubunginya pada Kamis, 2 November 2017.

Ujaran kata-kata Ahok yang dilontarkan oleh teman-teman sekolah korban, menurut Doni, harus dilihat kembali secara lebih jernih, apakah itu levelnya hanya guyonan di kalangan anak-anak saja, ataukah sudah ada unsur orang dewasa di dalamnya.

Bila sudah ada unsur orang dewasa di dalamnya, dan ada niat-niat tertentu, maka hanya dengan guyonan sudah mampu membuat anak-anak saling membenci orang lain yang berbeda agama atau berbeda ras sejak mereka kecil.

Baca: Korban Persekusi di Pekayon Gerah Disebut Mirip Ahok

"Bila ini benar terjadi, kualitas kepemimpinan dari kepala sekolah dan guru di sekolah itu patut dipertanyakan, sebab garda terdepan di sekolah adalah kepala sekolah dan guru. Bahkan, itu semua ada pasalnya di Undang-undang Perlindungan Anak. Kalau ada yang melanggar, maka kasus ini dapat diajukan ke ranah hukum. Karena kalau tidak ditindak, kasus serupa akan terjadi lagi, dan lingkungan pendidikan akan menjadi diskriminatif, rasis, dan tidak menjadi lingkungan yang ramah anak untuk proses pendidikan," ujar Doni tegas. 

Doni menjelaskan, dalam masa tumbuh kembang anak, dunia pendidikan harus memberikan lingkungan yang ramah anak. Artinya, dalam penerapan pendidikan tidak ada hak anak yang dilanggar. Orang dewasa pun wajib melindungi anak-anak dan memberikan suasana aman dan nyaman bagi tumbuh kembang mereka. 

Dengan mencuatnya kasus ini dan sudah menjadi viral, Doni juga melihat bahwa pada peristiwa tersebut, komunikasi antara orangtua dan pihak sekolah tidak berjalan dengan baik. Menurutnya, bila komunikasi berjalan lancar, maka kejadian itu tidak dapat segera diketahui dan pihak sekolah serta orangtua dapat mencarikan solusi terbaik bagi anak.

"Kasus ini bukan salahnya anak-anak, itu salahnya orang dewasa di sana, bisa jadi guru, lingkungan, maupun orangtua. Ini berarti komunikasi antara sekolah dan orangtua tidak jalan," ucap Doni.

Ia berharap, anak-anak di seluruh Indonesia harus mendapatkan jaminan menerima pendidikan karakter yang kuat, yakni pendidikan yang manusiawi, menghargai kebhinnekaan, dan menghargai tumbuh kembang anak. 

"Seluruh masyarakat harus berperan dalam hal ini," kata Doni.

Baca: Trauma Dirisak, Murid SD di Jakarta Timur Tak Sekolah Sepekan

Sebelumnya, siswa di SDN 16 Pekayon, Jakarta Timur, berinisial JZS, menjadi korban persekusi gerah dengan sebutan Ahok. Ia yang diketahui merupakan keturunan Nias, Sumatera Utara, memiliki kemiripan wajah dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Karena kemiripan ini, JZS kerap menjadi bahan olok-olok oleh teman-teman sekolahnya.

Ibu korban, yakni Albina menerangkan, anaknya pernah ditusuk dengan pensil, dan seorang guru yang melihat kejadian itu langsung mengobati luka anaknya. Akibat kejadian itu, anaknya trauma dan tidak pergi ke sekolah lebih dari seminggu.

Peristiwa ini diunggah pamannya ke media sosial Facebook dan menjadi viral. Masyarakat lalu menghujani respons beragam. Ia datang ke Polsek Pasar Rebo pada Selasa, 31 Oktober 2017 untuk dimediasi dengan pihak sekolah. Akibat dari kejadian ini, korban meminta pindah sekolah. 

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Kata Pakar Hindari Saling Benci Sejak Kecil, Cari Akar Permasalahan Persekusi

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu