Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Saadi (01/02/2018) foto: Ist/mpr.go.id

Hoaks Ulama di Tahun Politik, MUI: Seolah Negara Tidak Aman

Estimasi Baca:
Sabtu, 24 Feb 2018 14:35:24 WIB

Kriminologi.id - Maraknya informasi hoaks di media sosial yang mengaitkan dengan kekerasan ulama, ustaz dan tokoh lainnya sudah kelewatan. Tidak sedikit masyarakat menjadi korban akibat isu yang sengaja ditiup oleh kelompok atau seseorang di dunia maya. 

Ada kelompok yang sengaja menciptakan hoaks agar masyarakat saling curiga di tahun politik. 

Informasi hoaks yang menimpa Kepala Madrasah Diniyah Tarbiyatul Khoir, Ustaz Ridwan Syakir di Desa Karang Satria, Tambun, Kabupaten Bekasi yang disebut-sebut diteror dua tamunya itu ternyata tidak benar. 

Baca: Hoaks Ulama Diserang PKI di Bekasi, Pelaku Unggah Postingan di Grup WA

Kabar yang beredar cepat di dunia maya itu sempat mennyebutkan Ustaza Ridwan ini dianiaya oleh orang gila. Faktanya, kedua pria itu mendatangi sang ustaz meminta sumbangan dengan modus sebagai mualaf.

Begitu juga yang terjadi di Bogor, korban hoaks S yang babak belur dikeroyok massa karena dituduh sebagai penganut faham ideologi terlarang alias PKI. Akibat informasi yang beredar di media sosial itu, S menjadi bulan-bulanan masyarakat di Kampung Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu 10 Februari 2018. 

Belakangan terungkap kalau S bukan penganut paham ideologi terlarang, melainkan tunawisma yang diduga mengidap gangguan kejiwaan. 

Baca: Kabareskrim: Penggoreng Isu Hoaks Lebih Bahaya dari Orang Gila

Hoaks teranyar dilakukan seorang pria paruh baya bernama Mustafa Kamal Nurrullahyang memposting ujaran kebencian bernada SARA. Postingan Mustafa yang disampaikannya melalui media sosial Twitter dan Google Plus ditujukan menghina Presiden Joko Widodo dan Ibu negara Iriana.

Mustafa ditangkap Tim Tindak Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri dan Sat Reskrim Polres Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada Kamis, 22 Februari 2018 sekitar pukul 19.00 WIB. 

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid menduga informasi hoaks yang ditiupkan melalui media sosial ini sengaja dilakukan sebagian kelompok untuk menciptakan suasana negeri menjadi kacau dan seperti tidak aman. 

"Saya menduga ada pihak sengaja ingin membuat situsi seolah-olah sangat menakutkan. Sehingga masyarakat menjadi saling curiga di tahun politik ini. Ingin menciptakan seolah-olah negeri tidak aman dan mengancam," ujar Zainut Tauhid. 

Baca: Hoaks Teror Ulama Ungkap Penculikan dan Pencabulan Anak di Bekasi

Lebih lanjut Zainut mengatakan pihaknya menduga hoaks ini dilakukan oleh kelompok yang ingin memanfaatkan keuntungan di tahun politik. Namun, dirinya tidak menjelaskan nama kelompok atau asalnya yang merekayasa situasi aman menjadi seolah-olah mengerikan demi keuntungan kelompok semata. 
   
Ia hanya menyarankan kepada seluruh elemen masyarakat dan organisasi keagamaan agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu kebenarannya itu. Pihaknya menyarankan agar masyarakat lebih kritis dalam menerima atau menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya itu. 
 
"Masyarakat dan tokoh agama sebaiknya kritis dan tidak mudah terpancing atau terprovokasi yang menimbulkan tindakan merugikan. Masyarakat tetap bangun soliditas persaudaraan demi menghindari perpecahan," ujarnya.

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500