Ilustrasi hukum korupsi. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

ICW: Koruptor Tak Lolos Nyaleg Jika KPU dan Bawaslu Berani

Estimasi Baca:
Selasa, 14 Ags 2018 12:30:12 WIB

Kriminologi.id - Mantan koruptor yang masuk dalam daftar calon anggota legisltaif sementara atau DCS menunjukkan partai pengusungnya tak berkomitmen dengan pemberantasan korupsi.

"Koruptor tidak akan lolos menjadi caleg jika penyelenggara pemilu, yakni KPU dan Bawaslu berani mencoretnya," kata Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch atau ICW, Donal Fariz.

KPU dan Bawaslu, menurut Donal Fariz harus tegas dalam menjalankan aturan tersebut. 

"Tinggal coret saja nama-nama itu. KPU harus berani menjalankan aturan," ujarnya. 

Donal menjelaskan, KPU tinggal melaksanakan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 yang melarang pengusulan nama calon legislatif yang pernah menjadi narapidana kasus korupsi, bandar narkoba, dan kejahatan seksual terhadap anak.

Larangan itu resmi diberlakukan pada 3 Juli 2018 lalu, dan telah dituangkan dalam bentuk pakta integritas yang harus ditandatangani pimpinan parpol. Peraturan ini telah digugat ke Mahakamah Agung (MA) oleh sejumlah mantan napi korupsi.   

"KPU tidak akan lolos dengan nama-nama mantan koruptor selama masyarakat memberikan masukannya," ujarnya. 

Hanya saja, Donal mengingatkan kepada penyelenggara pemilu harus satu suara dalam melaksanakan peraturan tersebut. Sehingga tidak lagi terjadi keputusan KPU justru dianulir oleh Bawaslu. 

"Contohnya kasus di Tomohon, Aceh, kemudian kasus Abdullah Puteh yang keputusan KPU justru dibatalkan Bawaslu saat jadi DPD," ujarnya.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500