Judi online. Ilustrasi: Kriminologi.id

Judi Bisa Jadi Mesin Pembunuh Tercepat dari Narkoba dan Miras

Estimasi Baca:
Minggu, 18 Mar 2018 19:15:21 WIB
Kesalahan logika berpikir para penjudi yang membuat judi bisa menjadikan candu.

Kriminologi.id - Perjudi menurut sebuah penelitian dianggap sebagai pembunuh tercepat yang melampaui kecanduan narkotika ataupun minuman keras. Para pecandu judi bahkan dengan mudah melakukan bunuh diri.

Sebuah rumah judi di wilayah Sawah Besar, Jakarta Pusat digerebek polisi pada Senin, 12 Maret 2018. Sebanyak 87 orang pemain beserta bandar ikut diringkus. Para penjudi yang diamankan tidak hanya warga negara Indonesia tetapi juga seorang warga negara Taiwan.

Layaknya masalah narkoba, masalah perjudian juga menjadi masalah yang sulit untuk diselesaikan. Faktor penyebabnya cukup banyak, mulai dari masalah keuntungan finansial hingga kebiasaan masyarakat. Selain itu judi juga dapat menyebabkan kecanduan.

Lihat: Video Penggerebekan Tempat Judi di Sawah Besar, Polisi Ciduk 87 Orang

Dalam situs Encyclopedia of Mental Disorder menyebutkan, kecanduan judi sebagai Pathological Gambling Disorder dimana orang yang mengidap gangguan ini tidak bisa mengontrol diri untuk berhenti berjudi.

Seperti yang dilansir dalam laporan alternet.org, majalah mingguan yang fokus terhadap isu hak asasi manusia dan kebebasan sipil, judi dianggap dapat membunuh lebih cepat daripada kecanduan narkotika atau minuman keras.

Sebuah riset terkait relasi antara bunuh diri dan perjudian yang dilakukan di Hongkong, merilis sebuah studi yang berjudul Gambling and Completed Suicide in Hongkong: A Review of Coroner Court Files. Dalam rilis tersebut ditemukan terdapat 233 pecandu judi yang melakukan bunuh diri dalam setahun.

Selama ini, masyarakat mengira bahwa kecanduan judi disebabkan karena masalah ekonomi namun faktanya setelah seseorang memenangkan perjudian dengan keuntungan sangat besar, dia tidak juga berhenti. Seperti yang dilansir dari whatispsychology.biz ada beberapa faktor yang menyebabkan orang kecanduan judi yaitu:

1. Keyakinan akan Menang

Setiap orang yang berjudi yakin bahwa dirinya suatu saat akan menang. Saat mengalami kekalahan, dia akan merasa bahwa kemenangannya akan segera terjadi. Para penjudi akan memotivasi diri mereka sendiri untuk terus berjudi karena merasa yakin mereka akan menang. Jika mereka berhenti bermain sekarang maka mereka tidak akan mengalami kemenangan tersebut.

Selain itu, sesema pemain judi akan saling menguatkan dan memotivasi bahwa sebentar lagi pasti kemenangan akan datang. Beberapa cerita disebarkan, khususnya tentang orang-orang yang tidak pernah menang hingga suatu saat dia memenangkan judi dengan jumlah yang sangat besar.

Baca: IRT Jalankan Bisnis Judi Online Beromzet Rp 100 Juta Per Hari

2. Mindset Berlebihan

Para pemenang judi di sebuah kasino ataupun pemenang judi lotere pasti akan diberitakan dan dibicarakan dari mulut ke mulut. Seseorang yang menang judi digambarkan media sebagai orang yang sukses.

Hal ini mempengaruhi mindset para penjudi sehingga mereka merasa dengan menang judi kehidupan mereka akan berubah secara total. Mereka akan menjadi orang kaya raya yang dielu-elukan dan dianggap sebagai orang yang sukses.

Padahal pemikiran ini adalah pemikiran yang berlebihan sebab memenangkan perjudian belum tentu akan berdampak begitu besar bagi para pemainnya.

3. Kesalahan Berpikir Penjudi

Pemain judi biasanya juga melakukan perhitungan-perhitungan sendiri terhadap peluang kemenangannya. Misalnya saja ketika melempar koin maka bisa saja sisi gambar koin akan selalu muncul dalam 10 kali percobaan.

Namun para penjudi akan merasa setelah sepuluh kali sisi gambar muncul maka percobaan kesebelas sisi angka yang akan muncul. Padahal kenyataannya peluang munculnya sisi gambar dan sisi angka pada percobaan kesebelas adalah sama.

Logika berpikir inilah yang dimiliki oleh para pemain judi, setelah sepuluh kali mengalami kekalahan maka pada permainan kesebelas mereka berpikir akan menang. Jika percobaan kesebelas masih tetap kalah maka mereka tetap yakin permainan keduabelas mereka akan menang. Begitu seterusnya.

Baca: Judi Online, Utang Membelit Hingga Keluarga Berantakan

4. Ritual yang Salah

Para pemain judi biasanya percaya bahwa hasil yang mereka terima baik kekalahan maupun kemenangan dipengaruhi oleh tindakan-tindakan yang mereka lakukan. Misalnya meniup dadu sebelum dilempar kemeja, menggunakan baju tertentu yang dianggap membawa keberuntungan.

Selain itu, banyak pemain judi yang melakukan ritual-ritual khusus sebelum bermain judi. Jika akhirnya mereka mengalami kekalahan, mereka akan berpikir keras apa yang menjadi pangkal dari kekalahannya. Apakah baju yang salah, ritual yang tidak lengkap, atau ada pertanda alam yang luput dari perhatiannya. Sehingga pemain judi akan mengulangi lagi semua ritual dengan lebih lengkap di hari lainnya untuk mencoba peruntungan kembali di meja judi.

Akan tetapi ketika mereka mengalami kemenangan maka mereka memiliki keinginan mencoba kembali ritual atau cara-cara yang dilakukannya hingga akhirnya menang. Ini juga akan mendorong para pemain judi untuk bermain kembali di kemudian hari.

5. Kalah Judi Lebih Membekas

Perasaan kalah yang dialami oleh  para pemain judi akan lebih membekas daripada perasaan menang. Walaupun ketika menang mereka mendapatkan sejumlah uang yang mereka keluarkan saat kalah judi, namun mereka akan tetap merasa bahwa kekalahan mereka lebih besar daripada hasil kemenangannya. Ini juga yang menyebabkan mereka tidak berhenti walaupun sudah menang judi.

KOMENTAR
500/500