Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi, Foto: Pribadi

Kak Seto: Penghargaan Lebih Ampuh daripada Hukuman

Estimasi Baca:
Sabtu, 25 Nov 2017 12:05:01 WIB

Kriminologi.id - Kekerasan di sekolah yang melibatkan guru kerap terjadi di tanah air. Dari sekian banyak kasus, kekerasan itu menimbulkan trauma yang mendalam bagi siswa sekolah.

Memperingati Hari Guru Nasional, 25 November 2017, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Nasional, Seto Mulyadi mengatakan, penghargaan yang diberikan guru kepada siswanya dapat berakibat positif bagi perkembangan siswa. Hukuman hanya memberikan pengalaman traumatis dalam diri siswa.

"Pernah gregetan ingin menjewer anak? Pernah merasa gemas sampai ingin mencubitnya? Percayalah, pernghargaan jauh lebih ampuh untuk memunculkan perilaku anak seperti yang kita inginkan. Jauh lebih mujarab daripada hukuman," kata pria yang akrab disapa Kak Seto dalam rilis yang diterima Kriminologi, Sabtu, 25 November 2017.

Baca: Guru SMK Aniaya Murid, KPAI: Kalau Damai Preseden Buruk

Menurut Kak Seto, penghargaan tidak selamanya dalam bentuk barang. "Senyuman, pujian, belaian juga amat dalam masuk ke hati anak-anak didik kita," tutur pria berkacamata ini.

Catatan Kriminologi, aksi kekerasan guru terhadap siswa baru-baru ini terjadi di sebuah sekolah kejuruan yaitu SMK Gema Karya Bangsa, di Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten. Aksi kekerasan guru terhadap muridnya itu sempat viral setelah diunggah oleh akun Youtube bernama Ahmad Percil Setiawan pada Senin, 6 November 2017.

Dalam video berdurasi 2 menit 24 detik itu, seorang murid berinisial MF menjalani hukuman push up. Saat hendak kembali ke tempat duduknya, ia dipanggil lagi oleh guru bernisial IH untuk kembali ke depan kelas.

Namun siswa tersebut justru duduk di lantai di depan kelas, tempat ia dihukum. Guru tersebut lalu beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri murid tersebut. Dengan menggunakan kaki kanan dia kemudian menendang kepala dan tubuh murid itu sebanyak dua kali, sampai murid itu jatuh terbaring.

Baca: Kasus Guru Aniaya Murid, Pengamat: Harus Ada Tes Perilaku Guru

Kak Seto menambahkan, bila seorang guru menjatuhkan hukuman kepada siswanya, hukuman itu harus jauh dari sifat dendam. Alangkah baiknya jika seorang guru melibatkan orang tua siswa jika memberikan sebuah sanksi.

"Proyek yang harus dikerjakan bersama keluarga adalah contoh sanksi yang baik. Inilah wujud restorative justice, bahwa anak yang dianggap bermasalah tidak terlepas sama sekali dari pertanggungjawaban orang tua dan keluarganya," ucapnya.

Baca: Menteri PPPA: Tindak Tegas Guru Hamili Siswi SMP di Mimika

Tak hanya memberikan masukan, LPAI juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru seluruh Indonesia untuk jasa-jasa mereka. Kirim doa tulus terbaik di Hari Guru ini, agar bapak dan ibu senantiasa bahagia di dunia dan punya jalan istimewa untuk memasuki gerbang surga.

 "Cium tangan dan peluk hangat," katanya.

KOMENTAR
500/500