Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar (30/07/2018). Foto: Facebook Wiji Winarko

Kasus AKBP Hartono, Pakar: Polisi Bawa Barang Bukti Harus Disegel

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 07:30:52 WIB

Kriminologi.id - Petugas kepolisian yang membawa barang bukti keluar dari kantor polisi harus membawa surat keterangan dan dalam keadaan disegel. Hal itu diungkapkan pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar terkait penangkapan AKBP Hartono yang membawa sabu-sabu di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Perwira menengah berpangkat kembang dua melati emas itu mengaku akan membawa sabu-sabu untuk pemeriksaan laboratorium di Jakarta.   

Pembawaan barang bukti narkoba ke kesatuan lain atau diuji ke laboratorium harus disertai surat pengantar dari pimpinan kesatuan, kata Bambang, Senin, 30 Juli 2018. Selain itu Bambang menjelaskan barang bukti yang dibawa keluar dari Polres pun harus disegel. 

"Ya sama dengan tugas penyidik, kalau bawa barang bukti harus disegel. Kalau mau dikirim ke kesatuan lain harus ada suràt pengantar membawa barang bukti dari pimpinan kesatuan. Itu saja setahu saya," ujarnya. 

Seperti diketahui, AKBP Hartono ditangkap karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu di Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan pemeriksaan, Hartono mengaku membawa narkoba sabu-sabu untuk pemeriksaan di Jakarta.

"Sehingga dia (AKBP Hartono) tidak bisa mempertanggungjawabkan terkait sabu-sabu yang dibawanya, dan sekarang sedang dilakukan pemeriksaan di Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo saat dikonfirmasi Kriminologi.id melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin, 30 Juli 2018.   

Nanang menambahkan AKBP Hartono pergi ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan. Adapun sabu-sabu dibawa oleh salah satu anak buahnya.

Setelah bertemu dengan anak buahnya, Hartono kemudian menyimpan sabu-sabu tersebut untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.

"Ini masih pendalaman tapi dia mengaku anak buahnya yang bawa untuk pengecekan di Jakarta. Mereka ketemu makan siang lalu sabu-sabu diserahkan kepada dia (Hartono)," kata Nanang.

Kapolda Kalbar Irjen (Pol) Didi Haryono juga menyatakan, baru mengenal AKBP Hartono tersebut, sehingga belum mengetahui lebih jauh rekam jejaknya. Kesan Kapolda terhadap Hartono ini disampaikan Nanang.  

"Sebelum menjabat sebagai Wadir Reserse Narkoba Polda Kalbar, AKBP Hartono pernah menjabat sebagai Kapolres di daerah Sulawesi, tetapi saya tidak mengetahui secara pasti," kata Nanang.

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500