Ilustrasi pelecehan seksual, Foto: Pixabay

Kasus Begal Payudara Terjadi karena Keluarga Tak Ajarkan Budi Pekerti

Estimasi Baca:
Senin, 23 Jul 2018 10:22:10 WIB

Kriminologi.id - Kasus begal payudara yang terjadi di Depok, Jawa Barat, dinilai sebagai hasil dari kesalahan yang terjadi dalam pendidikan keluarga sehari-hari. Sosiolog Universitas Indonesia, JF Warouw menilai keluarga saat ini tidak lagi mengajarkan pendidikan budi pekerti kepada anak-anaknya.

Warouw memandang, sejumlah faktor dalam menjadi penyebab terjadinya kasus begal payudara yang belakangan marak di kawasan Depok, Jawa Barat. Dia melihat hal itu sebagai ekspresi seksual yang dilakukan kepada korbannya.

Meski begitu Warouw juga menandang bahwa pelaku terindikasi adanya kelainan seksual. Pasalnya, pelaku yang masih dalam buruan polisi menunjukkan alat vitalnya kepada korban saat melakukan aksi asusila itu.

“Bisa saja laki-laki itu mengalami kelainan seks. Ada laki-laki, berdiri di pojok pada perempuan yang berdiri memperlihatkan alat kelamin,” kata Warouw kepada Kriminologi.id, Senin, 23 Juli 2018.

Menurut Warrouw ada pula faktor karena pelaku merupakan exhibitionist. Pelaku sengaja menonjolkan bagian tubuhnya.

“Kalau kita lihat di Florida, pada musim panas pelecehan seks meningkat. Hingga ada penelitian hubungan eskrim dengan pelecehan seksual. Karena musim panas mereka hanya pakai bikini,” kata Warouw.

Faktor itu menurutnya bisa juga dilihat sebagai hukum sebab-akibat. Pakaian seorang perempuan menimbulkan hasrat bagi orang lain.

“Sehingga pakaian orang itu begitu menonjol sehingga ada hasrat.  Sekarang kalo Indonesia pakai jilbab itu hanya menutup bagian kepala. Kalo memang pakai jilbab jangan berpakaian ketat. Sebagaian besar anak-anak muda pakai jilbab tapi dari payudara ke bawah ketat,” ujar Warouw mengkritik.

Sebelumnya dikatakan Warouw, perilaku seksual yang serupa kasus tersebut pelaku dapat pula terjadi karena perubahan diri. Anak muda saat ini, menurut Warouw mengalami perubahan proses pertumbuhan metabolisme biologis yang sangat cepat.

“Contoh generasi anak muda, kalau banyak supplement food, supplement drink, baru di usia 10 tahun payudara sudah menonjol. Perubahan yang terjadi mengarah pada dorongan seks, generasi muda lebih awal muncul. Kalau dulu ada di usia 17-20,” kata Warouw.

Selain itu Warouw juga memandang, terdapat pula kawasan- kawasan yang memang sepi, sehingga kawasan tersebut diantisipasi baik warga maupun warga sekitar. 

Warouw juga menyarankan, sebagai solusi jangka panjang pendidikan seks baik di sekolah atau di masyarakat dievaluasi. 

“Solusinya pertama jangaka panjang sex education di sekolah dan dimasyakat harus di evaluasi. Karena kalau kita lihat sistem kemasyarakatan kita sangat bagus, ada RT, ada RW ada kelurahan. Kalau di luar tidak ada. Baru evaluasi pada lembaga-lembaga pendidikan yang ada,” ujar Warouw.

Sebelumnya diberitakan, AT menjadi korban begal payudara di Gang Swadaya, Jalan Taman Indah II, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu, 15 Juli 2018. 

Kala itu, seorang pria tak dikenal mengendarai sepeda motor matic hitam tiba-tiba meremas payudaranya sebanyak tiga kali. Pelaku juga memperlihatkan alat vitalnya tersebut kepada AT. AS

Reporter: Achmad Sakirin
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500