Kasus Istri Dibakar Mantan Suami, Psikolog: Pelaku Tak Siap Bercerai

Estimasi Baca :

Mira Amir, Psikolog dari Universitas  Indonesia (24/02/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Mira Amir, Psikolog dari Universitas Indonesia (24/02/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Motif cemburu menjadi alasan mantan suami membakar istri dan orang di sekitarnya. Berdasarkan beberapa kasus penganiayaan dan pembakaran terhadap mantan istrinya dilatari karena pelaku tidak siap bercerai alias hidup sendiri tanpa istri, kata Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Mira Amir kepada Kriminologi, Jumat, 9 Maret 2018. 

Yeni alias Rina pemandu lagu yang merupakan eks istri pria berinisial B yang menjadi pelaku pembakaran di Bogor. Rina mengalami luka bakar di atas 60 persen dan kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mery, Cileungsi.  

Sebelumnya, kasus yang sama dilakukan oleh Tegar Sugianto mengamuk sejadi-jadinya menghabisi satu keluarga mantan istrinya di Kampung Cijurey, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 12 Februari 2018. Alasannya, Tegar mengamuk setelah mengetahui Icih, mantan istrinya memiliki suami baru. Setelah membakar Rina, B melarikan diri. 

Sama dengan B, Tegar juga menggunakan bensin untuk meluapkan kemarahannya. Ia membakar rumah mantan mertuanya yang didalamnya terdapat Edi dan Janen hingga keduanya hangus. Usai melampiaskan amarahnya, Tegar mengakhiri hidup dengan gantung diri di kandang cacing tidak jauh dari lokasi kejadian pembunuhan.  

Baca: Janda Dibakar Mantan Suami di Bogor Ternyata Pemandu Lagu

Edi, suami baru Icih dan Janen, ayah Icih sekaligus mantan mertuanya tewas dibunuh Tegar dengan parang. Keduanya pun hangus terbakar setelah Tegar menyiramkan bensin lalu membakarnya. 

Psikolog Mira Amir mengatakan, diberbagai kasus perceraian rumah tangga yang berbuntut penganiayaan itu karena faktor digugat cerai istri. Perceraian ini mengakibatkan mantan suami mengalami luka mendalam yang berdampak pada depresi dan berujung pembunuhan.

"Kasus pria (suami) yang membakar mantan istrinya itu nggak mau menceraikan, karena masih bergantung dengan istri. Tapi perilakunya tidak bisa memberikan kenyamanan terhadap sang istri, yang membuat istri merasa tidak nyaman dengan pernikahan yang ada. Di tambah ada orang lain yang siap menerima dirinya (istri)," ujar Mira. 

Pria yang membunuh mantan istrinya, kata Mira yang aktif di Lembaga Psikologi Terapan (LPT) UI ini menandakan tak kuasa meninggalkan rasa cemburu dan sakit hati. Akibatnya, hilang rasa percaya diri yang teramat sangat hingga muncul perasaan hidup tidak berarti lagi. Muncul keinginan untuk membalas dendam. 

"Karena yang menyakiti hati saya adalah kamu (mantan istri), jadi kamu juga harus mati," ujarnya.  

Baca: Tragis, Janda di Bogor Dibakar Mantan Suami yang Cemburu

Lebih lanjut Mira mengatakan, cemburu menjadi faktor utama pemicu tindak kekerasan hingga menghilangkan korban jiwa. Selain cemburu, uang dan dendam pun menjadi pemicu utama. 

"Cemburu itu menjadi faktor utama yang menyebabkan tindak kekerasan. Meskipun faktor uang dan dendam pun bisa menjadi penyebab," ujarnya.  

Mira menjelaskan sikap suami yang cenderung tidak bisa mengekspresikan rasa sayang terhadap istrinya itu kemungkinan besar karena pengaruh lingkungan keluarga. Lingkungan terdekat (keluarga) yang minim kasih sayang atau jarang sekali mengungkapkan kasih sayang terhadap pasangan itu biasanya terbawa pada anak hingga dewasa kelak. 

Mira menceritakan pengalaman ibu rumah tangga dari kalangan menengah yang suaminya hobi selingkuh. ibu yang menjadi kliennya itu menceritakan kalau dirinya berperan dalam kasus suaminya berselingkuh. 

Baca: Cemburu, Tegar Bunuh Orang Tua dan Suami Baru Mantan Istri

Di antaranya, kata kliennya itu, si ibu tidak mampu mengungkapkan rasa kasih sayang terhadap suaminya. Ia termasuk istri yang tidak bisa dipeluk atau memeluk suami, bahkan nyaris tidak pernah memanjakan suaminya. 

Hal itu pula yang diliihat dari orang tuanya yang membesarkan ibu tersebut. Sehingga, kata Mira, perilaku dingin terhadap suami ini dianggap biasa padahal ini sangat berdampak pada pasangan. 

"Klien saya itu tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaan sayang, sehingga suaminya selingkuh," ujarnya. 

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Kata Pakar Kasus Istri Dibakar Mantan Suami, Psikolog: Pelaku Tak Siap Bercerai

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu