Ilustrasi Judi Online. Ilustrasi Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kelompok Organisasi Kriminal di Balik Judi Bola Piala Dunia 2018

Estimasi Baca:
Minggu, 1 Jul 2018 15:05:43 WIB

Kriminologi.id - Judi bola Piala Dunia 2018 secara online dengan yang dioperasikan di Las Vegas menjadi salah satu bukti bahwa ada campur tangan kelompok organisasi kriminal. Pertandingan sepak bola antar negara yang digelar di Rusia sejak 14 Juni 2018 itu menyita perhatian dunia, termasuk para penjudi kelas dunia yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Sepak bola memang menjadi olahraga yang banyak digemari oleh masyarakat di seluruh dunia. Tidak hanya masyarakat kalangan menengah atas yang dapat menikmati permainan tersebut, tetapi juga masyarakat kelas menengah dan masyarakat kelas bawah.

Akan tetapi, kegemaran masyarakat ini juga memiliki dampak negatif yaitu memunculkan satu jenis kejahatan yang disebut perjudian.

Menurut Kartini Kartono dalam bukunya yang berjudul Patologi Sosial menjelaskan judi adalah pertaruhan dengan sengaja, yaitu mempertaruhkan satu nilai atau sesuatu yang dianggap bernilai, dengan menyadari adanya risiko dan harapan-harapan tertentu pada peristiwa-peristiwa permainan, pertandingan, perlombaan dan kejadian-kejadian yang tidak atau belum pasti hasilnya.

Judi sendiri telah mengalami perkembangan sejak pertama kali dilakukan. Pada awalnya berbentuk lotere dengan menggunakan kupon-kupon yang bertuliskan angka-angka. Namun seiring waktu, T. Sellin dalam Organized Crime: A Business Enterprises mengatakan terjadi perkembangan dalam bentuk-bentuk perjudian hingga terciptanya mesin-mesin dan permainan-permainan lain yang digunakan dalam perjudian.

Selain itu, judi akhirnya merambah ranah olahraga menjadi objek yang dapat dipertaruhkan mulai balap kuda sampai akhirnya sepak bola. Selanjutnya judi juga mengikuti adanya perkembangan teknologi di dunia maka perjudian juga mengalami perubahan dengan memberikan akses pada konsumen dengan menggunakan media internet atau yang biasa disebut dengan judi online.

Saat ini begitu mudahnya mencari website-website atau agen-agen judi bola online, bahkan masing-asing agen atau website saling berkompetisi menawarkan berbagai kemudahan bahkan menawarkan sejumlah modal awal untuk bermain judi.

Walaupun sudah dilakukan berbagai upaya penegakkan hukum namun judi bola online sangat susah diberantas, khususnya ketika Piala Dunia 2018.

Salah satunya seperti yang dilansir dari telegraph.co.uk yang memberitakan Federal Bureau of Investigation (FBI) menangkap 8 orang yang terdiri dari warga negara Malaysia, Hongkong dan Cina karena mengoperasikan bisnis judi bola ilegal pada 11 Juni 2018. Mereka menyelenggarakan judi bola Piala Dunia 2018 secara online dengan sistem yang dioperasikan di Las Vegas.

Salah seorang yang ditangkap terindikasi sebagai salah satu anggota jaringan kelompok kriminal terorganisasi TRIAD. Jaringan mafia TRIAD sangat legendaris dan mayoritas anggotanya adalah warga negara Cina, Hongkong, dan Taiwan.

Daerah operasi kelompok mafia TRIAD ini memang wilayah Asia. Keterlibatan TRIAD dalam judi bola Piala Dunia 2018 secara online menjadi salah satu bukti bahwa ada campur tangan kelompok organisasi kriminal dibalik judi bola Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan secara online.

Tidak hanya itu, kelompok organisasi kriminal ditengarai juga dapat mempengaruhi hasil dari pertandingan-pertandingan olah raga yang diselenggarakan. Ini selaras dengan yang disebutkan dalam E-Handbook on Standard and Norms in the Area of Crime Prevention and Anti Corruption in Sport.

Buku yang dikeluarkan oleh United Nation Interregional Crime and Justice Research Institute (UNICRI) dan International Scientific nd Professional Advisory Council (ISPAC) menyebutkan bagaimana kejahatan antar wilayah bahkan antar negara dapat terjadi dalam olahraga.

International Criminal Police (Interpol) juga menganggap masalah kelompok kriminal terorganisasi ini menjadi masalah internasional sehingga mereka membentuk satuan khusus yang bernama Interpol Match-Fixing Task Force (IMFTF).

Satuan tugas IMFTF ini menyatukan aparat penegak hukum di negara-negara untuk melawan kejahatan dan korupsi dalam dunia olahraga. Khususnya tindakan intervensi kelompok kriminal terorganisasi pada setiap pertandingan untuk menyesuaikan hasilnya agar kelompok mereka mendapatkan keuntungan yang besar dari perjudian.

Interpol sendiri telah mengidentifikasi adanya intervensi kelompok kriminal terorganisasi dalam gelaran Piala Dunia tahun 2014. Ini merupakan hasil dari operasi khusus Interpol yang bernama Operasi Soga (Soccer Gambling).

Sejak tahun 2007 hingga 2014, Operasi Soga telah menangkap 8.400  orang, menutup 3.400 lapak judi baik online maupun offline, dan menyita uang tunai hingga US$ 40 juta dan dalam bentuk non tunai sebesar USS 5,7 miliar.

Melihat pengalaman yang telah lalu dalam Piala Dunia 2014, kini seluruh aparat penegak hukum di seluruh negara di bawah koordinasi Interpol berkomitmen untuk memberantas perjudian ilegal, korupsi, dan upaya intervensi kelompok kriminal terorganisasi mempengaruhi hasil pertandingan dalam Piala Dunia 2018.

KOMENTAR
500/500