Konsumsi Telur Palsu Bisa Alami Sakit Perut Hingga Serangan Jantung

Estimasi Baca :

Ilustrasi Telur Palsu, Foto: Pixabay.com - Kriminologi.id
Ilustrasi Telur Palsu, Foto: Pixabay.com

Kriminologi.id - Pekan lalu beredar sebuah video viral tentang telur palsu yang dikisahkan seorang perempuan. Perempuan berbaju merah tersebut mengungkapkan bahwa telur yang dibelinya berbeda dengan telur biasanya. Perbedaan itu terlihat dari tekstur putih telur yang dikatakannya lebih encer, bau yang tidak amis, dan membran telur yang bisa dipisahkan dengan cangkangnya disebut terbuat dari plastik.

Video berdurasi empat menit tujuh detik itu diduga berlokasi di daerah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kepolisian mengonfirmasi bahwa video tentang telur palsu yang tersebar di media sosial tersebut adalah hoaks alias informasi bohong.

"Itu sudah dilidik sama Polda NTB, dinyatakan itu tidak benar," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 16 Maret 2018.

Rumor beredarnya telur palsu yang diduga berasal dari Cina ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di beberapa negara lainnya termasuk di negera asalnya, Cina. India pernah mengalami rumor telur palsu pada tahun 2016. Selama sepekan rumor telur palsu Cina ini menjadi perbincangan.

Seperti yang dilansir dalam ibtimes.co.in Commissionerate of Food Safety melakukan tes laboratorium di Kerala Veterinary College and Research Institute di Thrissur menyampaikan bahwa berita telur palsu itu adalah bohong.

Malaysia lebih dahulu menghadapi masalah telur palsu sejak tahun 2011. Selanjutnya pada tahun 2014, seperti yang dilansir oleh thestar.com.my Consumers Association of Penang (CAP) mengeluarkan hasil perbandingan antara telur palsu dengan telur asli. Rumor tentang telur palsu di Malaysia bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan kuning telur yang telah direbus tersebut kenyal dan elastis.

Sedangkan di Cina sendiri, masyarakatnya juga mengalami ketakutan yang sama atas peredaran telur palsu. Seperti yang dilansir dalam time.com, telur palsu pertama muncul dan diproduksi sejak pertengahan tahun 1990-an. Ini terjadi karena harga produksi telur palsu hanya setengah dari biaya produksi telur asli. Setiap harinya, seseorang dengan peralatan yang memadai dapat memproduksi sekitar 1.500 butir telur palsu.

Zahid Hosen, Paul, dan Saha menulis dalam Artificial and Fake Eggs: Dance of Death menyebutkan telur palsu dibuat dengan bahan-bahan kimia, aditif, dan bahan-bahan lainnya. Sehingga di dalam sebutir telur palsu tidak mengandung nutrisi apapun, padahal pada setiap butir telur asli mengandung setidaknya 6 gram protein.

Pembuatan telur palsu tidak susah. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan telur palsu juga tidak banyak, walaupun di antaranya ada yang diperjualbelikan secara terbatas. Pembuatan telur palsu membutuhkan bahan-bahan seperti Glucolactone, Benzoic Acid, Cellulose, Alum, Amino Acid, Calcium Chloride yang digunakan untuk membuat cangkang telur, Sodium Alginate dan Gelatin yang digunakan untuk membuat putih dan kuning telur palsu.

Infografik Bahaya Konsumsi Telur Palsu. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Begitu banyaknya zat kimia yang digunakan dalam pembuatan telur palsu tentu saja akan berdampak kurang baik terhadap tubuh yang efeknya pada kesehatan seseorang jika mengkonsumsi zat-zat berbahaya tersebut. Efek yang paling ringan dari mengkonsumsi telur palsu adalah menimbulkan sakit perut dan gangguan pencernaan.

Akan tetapi jika tanpa sadar mengonsumsi telur palsu secara terus menerus tentu saja akan mengakibatkan dampak yang lebih serius. Tulisan Zahid Hosen, Paul, dan Saha yang juga dipublikasikan dalam Jurnal Advances in Pharmacology and Pharmacy I pada tahun 2013 menyebutkan efek konsumsi telur palsu dapat merusak otak, sistem saraf, demensia, meningkatkan tekanan darah, mengganggu fungsi hati yang dapat berdampak pada proses produksi keping darah dalam tubuh. Selain itu, konsumsi telur palsu jangka panjang juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal, kerapuhan tulang, dan bahkan dapat menyebabkan serangan jantung.

Peredaran telur palsu di masyarakat memang harus mendapatkan perhatian dan diwaspadai. Hingga saat ini belum ada pemeriksaan dan pemantauan secara berkala terhadap produk-produk makanan khususnya makanan impor yang dijual di pasar-pasar tradisional. Sehingga memang membutuhkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah. SM

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Kata Pakar Konsumsi Telur Palsu Bisa Alami Sakit Perut Hingga Serangan Jantung

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu