Ilustrasi penjara di Lapas Permisan, Foto: Pixabay

Kriminolog: Pengelompokan Antarnapi Picu Kerusuhan

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Nov 2017 21:40:08 WIB

Kriminologi.id - Kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Permisan, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah yang menewaskan rekan John Key, Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Bony, dilatarbelakangi berbagai macam hal. Salah satunya adanya kelompok antarnapi. 

"Budaya penjara itu terjadinya pengelompokan antarnapi, jadi napi terkelompok dan ada kubu-kubu yang berdasarkan kasus atau asal kedaerahan, itu bisa jadi penyebab pengelompokan. Pengelompokan itulah cikal bakal kerusuhan di lapas meski awalnya hanya ada satu atau dua orang yang berselisih," kata kriminolog Universitas Indonesia Iqrak Sulhin kepada Kriminologi, pada Kamis, 9 November 2017.

Menurut Iqrak, di dalam budaya tersebut, ada yang disebut sebagai upaya menegaskan kekuasaan secara simbolik. Jadi, dengan adanya kekuasaan ini, seseorang dapat melihat siapa yang paling berkuasa. Bahasa sederhananya, kata Iqra, perebutan pengaruh antarkelompok.

Baca: Anak Buah John Kei Tewas, 100 Polisi Jaga LP Nusakambangan

Kata Iqrak, meski sumber perselisihan antarkelompok di dalam lapas itu tidak berasal dari para petinggi atau pemimpin kelompoknya, namun, pergesekan yang terjadi di tingkat bawah dalam kelompok itu bisa menjadi pemicu.

"Misalnya yang sedang ribut adalah anggota grup, nah dari situ dia bisa memicu keributan dan membawa kelompoknya, sehingga terjadi kerusuhan dalam lapas," kata Iqrak.

Terkait dengan adanya pemindahan napi dari lapas lain masuk ke Lapas Permisan, kata Iqrak, itu juga bisa memicu terjadinya konflik. Sebab, kata Iqrak, ada konsekuensi-konsekuensi yang harus dihadapi dalam setiap pemindahan napi dari satu lapas ke lapas lainnya.

Menurutnya, dengan hadirnya orang baru artinya akan ada relasi baru dan ini akan berdampak pada kemungkinan adanya ketegangan baru.

"Mungkin dengan adanya napi baru, dia kurang bisa diterima dengan baik oleh sebagian anggota lapas, sehingga ketika ketegangan itu terjadi, maka kekerasan akan ada," tambah Iqrak.

Menurutnya, sulit untuk menghilangkan adanya pengelompokan di antara napi. Untuk meminimalisir pergesekan antar kelompok ditambah dengan banyaknya jumlah napi di dalam lapas, Iqrak menilai cara yang dapat dilakukan oleh pihak lapas adalah dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan para napi selama di dalam tahanan, mulai dari hak untuk mendapatkan air, makanan yang baik, sanitasi, rekreasi, beribadah, hingga kebutuhan untuk mendapatkan informasi.

"Kalau itu dipenuhi, hal-hal yang dikhawatirkan sebagai dampak dari pengelompokkan napi ini bisa diminimalisir," tegas Iqrak.

Baca: Anak Buah John Kei Disebut Tewas, Ini Kata Polisi

Berdasarkan data yang Kriminologi himpun, pada 25 Maret 2017, Lapas Permisan mendapat "cipratan" narapidana dari lapas lain sebanyak 10 dari 100 napi yang dipindahkah dari Lapas Cipinang ke Lapas Nusakambangan.

Masih di bulan yang sama, tepatnya pada Jumat, 10 Maret, 2017, lapas ini juga mendapat jatah menerima 50 dari 56 napi dari Lapas Salemba yang dipindahkan ke lapas Nusakambangan. Transfer napi ke Lapas Permisan juga terjadi pada April 2017. Pada awal April, 6 napi dari 16 napi asal Lapas Purwokerto juga dipindahkan ke lapas ini.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Lapas Permisan, Yan Kusmanto mengatakan, pertikaian yang terjadi pada Selasa, 7 November 2017 dan bersumber dari Blok C nomor 20, dipicu oleh perseteruan dua kelompok yang berebut gengsi dan pengaruh antarnapi di lapas tersebut. Menurut Yan, pertikaian itu juga dipicu muatan dendam. 

Yan menjelaskan, korban tewas bernama Tumbur merupakan narapidana yang tinggal satu blok dan berteman dengan John Key. Bentrokan tersebut terjadi usai jam makan para narapidana. Ketika itu, para napi berkumpul untuk apel dan dikeluarkan dari sel. Tak lama, sejumlah narapidana terlibat pertikaian. Akibat pertikaian yang berujung pada tewasnya satu narapidana.

Adapun kelompok napi yang ikut menyerang terdiri atas Semi Ambon, Bangao, Heri alias Sibuta, Andi, Slamet, Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Bony, David dan Ridwan alias Vampir.

Baca: Pelipis John Key Bocor Dalam Bentrokan di Nusakambangan

Akibat kerusuhan tersebut, selain menewaskan rekan John Key, tiga napi penghuni Blok C yakni Sutrisno juga mengalami luka tusuk pada bagian paha belakang serta memar pada muka dan tangan. Sedangkan Hasan Bisri mendapat luka tusuk dan memar di kepala, dan Dadang Arif mengalami luka memar pada wajah.

Hingga kini, kendati situasi telah kondusif, anggota Dalmas Polres Cilacap dan Brimob Polda Jawa Tengah masih berjaga di Lapas Permisan.

Saat ini, Lapas Permisan ditutup untuk kunjungan. Yan juga mengatakan, sejumlah napi yang terlibat pertikaian dipindah ke Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu Nusakambangan.

Reporter: Yenny Hardiyanti
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500