Marbut Masjid Viral Dianiaya, Modusnya Mirip Malingering Ala Setnov

Estimasi Baca :

Uyu, marbut masjid yang jadi tersangka penyebaran hoaks saat dibawa ke markas Polda Jawa Barat, (01/03/2018). Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Uyu, marbut masjid yang jadi tersangka penyebaran hoaks saat dibawa ke markas Polda Jawa Barat, (01/03/2018). Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Yuyu Ruhiyana, seorang marbut Masjid Agung Istiqomah, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat tak menyangka aksi nyelenehnya bakal jadi urusan panjang. Ia mengikat dirinya seolah-olah dianiaya lima orang tak dikenal dengan tujuan mendapatkan kenaikan gaji. Yuyu pun diciduk polisi setelah ketahuan berbohong. 

Psikolog forensik Reza Indragiri menilai aksi pura-pura Yuyu bukan hal baru. Kejadian itu mirip dengan tersangka koruptor yang berpura-pura sakit saat berahdapan dengan penyidik (Polri atau KPK) atau di dalam persidangan.  

"Berbohong untuk instrumental sebetulnya amat sagat banyak. Situasinya mirip tersangka koruptor yang melakukan malingering (pura-pura sakit) atau melukai diri untuk mendapat asuransi, dan lain-lain," kata Reza saat dihubungi Kriminologi di Jakarta, Kamis, 1 Maret 2018.

Baca: Malingering Ala Setya Novanto Versus AM Fatwa

Malingering merupakan salah satu gangguan mental. Malingering juga bisa diartikan sebagai tindakan lari dari tanggung jawab atau untuk mendapatkan keuntungan dari perbuatan itu sendiri.

Istilah malingering juga sudah biasa dikomentari warganet sejak terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto beralasan sakit saat diperiksa sebagai tersangka pertama kali oleh KPK. Tudingan itu juga semakin kuat ketika Setya Novanto mengalami kecelakaan di kawasan Jakarta selatan, usai KPK menjemput paksa.

Namun demikian, Kata Reza, cara Yuyu mengikat diri sedikit unik di tengah gencarnya isu penyerangan terhadap ulama. Reza menilai aksi nyeleneh Yuyu merupakan bentuk yang paling efektif untuk mendapat perhatian.

"Menjadi unik karena dia copycat. Modusnya adalah meniru kejadian lain yang dia anggap efektif," ujar Reza.

Baca: Marbut Masjid Viralkan Diri Dianiaya Ngaku Menyesal dan Minta Maaf

Aksi Yuyu pada Rabu, 28 Februari 2018 kemarin pertama kali diketahui oleh saksi bernama Agus dan istrinya Dedeh. Keduanya akan melaksanakan salat Subuh di masjid itu sekitar pukul 04.20 WIB.

Saat itu keduanya membuka pintu masjid dan kondisinya masih dalam keadaan gelap. Ketika Dedeh menyalakan lampu, ia melihat sosok Uyu dalam keadaan tangan terikat oleh mukena serta mulut dibekap sorban, sementara kaki terikat mukena.

Kepada polisi Yuyu mengaku menyesal telah meresahakan warga kebanyakan gara-gara ulahnya. Dia mengatakan aksi tersebut adalah murni spontan terdesak kebutuhan.

"Saya pribadi minta maaf, karena ini kekhilafan saya dan membuat masyarakat resah," ujar Marbut usai memperagakan aksi ikat dirinya di Polda Jabar.

Baca: Ngaku Dibacok Lima Orang, Marbut Masjid Viralkan Diri Agar Naik Gaji

Selain itu, kata Yuyu aksinya mengikat diri sendiri dilakukannya seorang diri dan tak ada yang menyuruh, termasuk ikut-ikutan memviralkan berita penyerangan ulama.

"Saya hanya spontan, dan tidak ada yang nyuruh. Bahkan tahu tentang hal yang ramai pun (isu penyerangan ulama), tidak tahu saya. Tak tahu apa yang ramai di TV, HP dan sebagainya," tutur Yuyu.

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Kata Pakar Marbut Masjid Viral Dianiaya, Modusnya Mirip Malingering Ala Setnov

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu