Memaafkan Oke, Tapi Tak Menjamin Tindakan KDRT Berakhir

Estimasi Baca :

Lia Sutisna Latif, ahli psikologi Kriminal dan forensik PTIK. Foto: Ist/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Lia Sutisna Latif, ahli psikologi Kriminal dan forensik PTIK. Foto: Facebook/Lia Sutisna Latif

Kriminologi.id - Tindakan kekerasan suami menyiram istri dengan minyak tanah di Grogol, Jakarta Barat membuktikan masalah rumah tangga pasangan tersebut belum selesai. 

Langkah memaafkan suami yang telah menyerang menggunakan instrumen minyak tanah itu bukan jaminan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akan berakhir di kemudian hari. 

Ahli Psikologi Kriminal dan Forensik dari PTIK, Lia Sutisna Latif, mengatakan, langkah penyelesaian itu kembali kepada masing-masing individu. Akan tetapi, jika telah melakukan pelanggaran hukum, kata Lia, dari kaca mata hukum harus dituntut dan dikenakan sanksi pidana. 

Baca: Aisyah: Rumah Tangga Suami-Istri Penyiram Minyak Tanah Tak Sehat 

Namun jika jalur perdamaian yang diambil, konsekuensi dari kesepakatan tersebut perlu ditekankan. "Penyelesaian darurat itu bisa ditolerir. Tapi kita tidak tahu suami itu 'dimaafkan' atau finalisasi tidak melakukan lagi," ujar Lia Sutisna Latif kepada Kriminologi, Kamis, 4 Januari 2018.

Secara umum, kata Lia, ada dua hal penting dalam kasus penyiraman suami terhadap istri tersebut.

Pertama, terjadinya serangan dari suami terhadap istri dan kedua, kemarahan yang tak terbendung. Perilaku menyiram itu menunjukkan suami yang sudah tidak sanggup lagi mengarahkan rasa amarahnya. 
      
"Dari sisi psikologi forensik itu muncul pertanyaan kenapa menyiram? Ini ada agresi. Kenapa menggunakan minyak tanah?" ujarnya.  

Baca:  Pernikahan Dini Picu Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Soal emosional membabi buta dari suami, Lia tidak ingin berkomentar lebih jauh. Hanya saja, kata Lia, perlu dilihat bagaimana dinamika psikologis sang suami tersebut. 

Mungkin, ketika seeorang melakukan kekerasan itu ada efek tertentu. Apakah ada kepuasan atau kedua merasa sudah terselesaikan. 

"Permasalahan internal dalam rumah tangga ini perlu diselesaikan," ujarnya. 

Bagaimana cara penyelesaiannya? Lia menjelaskan banyak cara yang bisa dilakukan pasangan untuk menyelesaikan masalah rumah tangga. Poin terpenting adalah dengan menyelesaikan persoalan internal. Yakni dengan cara mengidentifikasi masalah, dan langkah apa yang perlu dilakukan ke depannya. 

"Pertimbangkan masa depan anak, bagi yang sudah memiliki anak. Dan lihat dari kematangan kepribadian masing-masing," ujarnya. 

Baca: Telantarkan Bayi hingga Tewas, RS Diciduk Saat Pendidikan Pramugari

Jika cara ini masih buntu, Lia menyarankan agar meminta pendampingan pihak luar. Misalnya, dari kalangan profesional seperti, psikolog keluarga atau terapi pernikahan. Bisa juga melibatkan sebagian kecil anggota keluarga. 

Akan tetapi, Lia memberikan catatan tebal pada poin terakhirnya itu. Pelibatan keluarga itu, kata dia, jangan terlalu banyak. Karena tidak semua saran yang dikeluarkan anggota keluarga itu positif atau memberikan solusi. 
"Bisa saja nanti sarannya justru negatif, menyarankan berpisah. Makanya, cukup sebagian kecil anggota keluarga saja yang dilibatkan," ujarnya. 
    
Berdasarkan pengalaman menangani kasus pertengkaran rumah tangga, Lia memberikan tips yang menurutnya relatif ampuh dalam menemukan jalan keluar. Yakni, ajak para pasangan itu mengingat pada pondasi awal pernikahan. 

"Janji kita saat menikah itu kan untuk mencintai selamanya. Jadi kembali ke komitmen pernikahan awal kalian," ujarnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Mardiansyah menyiram istrinya Fani Fanila dengan minyak tanah di Persimpangan traffic light Grogol, Jakarta Barat, Selasa, 2 Januari 2018 malam. 

Aksi penyiraman itu dilakukan Mardiansyah karena jengkel setelah mengetahui istrinya berselingkuh. Tindakan kekerasan ini sempat dilaporkan ke Polres Jakarta Barat dan berujung dengan perdamaian.

Bagi pasangan yang masih memendam masalah rumah tangga, yuk kembali mengingat kisah cinta yang manis di awal membangun rumah tangga dulu. Jangan seperti pribahasa habis manis sepah dibuang.  

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Kata Pakar Memaafkan Oke, Tapi Tak Menjamin Tindakan KDRT Berakhir

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu