Kejahatan narkoba yang terorganisir. Ilustrasi: Kriminologi.id

Mendikbud: Narkoba Tak Cuma Bisnis, Tapi Perang Proksi

Estimasi Baca:
Minggu, 25 Feb 2018 09:00:27 WIB

Kriminologi.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy punya pandangan lain soal masuknya berton-ton narkotika jenis sabu ke Indonesia seperti yang terungkap belakangan ini.

Ia meyakini, narkoba yang masuk ke Indonesia bukan murni bisnis semata. Lebih dari sekadar bisnis, masuknya narkoba dalam jumlah besar ke Indonesia adalah bagian dari perang proksi.

"Saya termasuk yang berpendapat bahwa perdagangan narkoba bukan murni bisnis tetapi bagian dari perang proksi," ujar Muhadjir, Sabtu, 24 Februari 2018.

Baca: Pengungkapan Penyelundupan Sabu 1,6 Ton, Berikut Kronologinya

Perang proksi atau proxy war merupakan istilah yang merujuk pada perang dimana lawan kekuatan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti berhadapan satu sama lain secara langsung.

Menurut Muhadjir, dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 250 juta, Indonesia menjadi pasar potensial narkoba terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Salah satu yang menguatkan dugaan itu adalah bukti bahwa sebagian besar pasokan barang terlarang itu justru berasal dari luar negeri.

"Kalau seandainya direncanakan paling tidak ada unsur pembiaran oleh negara tertentu yang tidak ingin melihat Indonesia menjadi besar dan kuat. Bahkan barang itu berasal dari negara yang sangat keras dan hukuman sangat berat terhadap pihak yang terlibat dalam sindikat peredaran obat terlarang tersebut," papar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Baca: Pembawa Sabu 1,6 Ton Berusaha Suap Petugas Meski Terkendala Bahasa

Muhadjir menuturkan, Kemendikbud prihatin dengan keadaan ini. Karena itu Kemendikbud telah menyusun sebuah langkah untuk menghadapi perang proksi perdagangan narkoba yang makin massif menyasar Indonesia.

Terkait hal itu, Kemendikbud telah melakukan upaya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan sekolah dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengimplementasikan modul antinarkoba yang sudah disusun bersama.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan keberhasilan operasi gabungan Kepolisian beserta Bea dan Cukai yang menangkap kapal berbendera Singapura dan Cina pembawa sabu seberat 1,6 ton di perairan Anambas, Kepualauan Riau pada Selasa, 20 Februari 2018. 

Menurut Tito, kapal MV Min Yan Yuyung itu telah dipantau sejak lama oleh petugas gabungan Polri serta Bea dan Cukai sebelum akhirnya ditangkap.

"Sudah lama diikuti, Polri dan Bea Cukai sudah mengintai kapal pembawa sabu 1,6 ton yang diamankan di perairan Kepulauan Riau sejak 2017," kata Tito dalam keterangan yang disampaikan bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Batam, Kepulauan Riau, Jumat, 23 Februari 2018.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500