Ilustrasi kekerasan anak. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Mengenal Tipe Pelaku Penculikan Bayi Aditya dan Grace Gabriela Bimusu

Estimasi Baca:
Senin, 7 Mei 2018 09:40:23 WIB

Kriminologi.id - Grace Grabiela Bimusu, anak perempuan berusia lima tahun ditemukan tewas terbungkus karung di kebun pisang di daerah Cibinong, Bogor. Awalnya Grace keluar rumah dan bermain dengan teman-temannya pada 30 April 2018 pukul 10.00 WIB. Namun hingga tengah malam Grace tak kunjung pulang. Menurut pengakuan sekuriti kompleks, Grace terakhir kali terlihat sedang bermain sendirian di dekat warung.

Tubuh Grace ditemukan tak bernyawa pada 1 Mei 2018 di dekat rumahnya di Perumahan Bogor Asri. Sebelum ditemukan tewas, Grace sempat menghilang tanpa keterangan selama 16 jam. Hingga tulisan ini diturunkan masih belum diketahui pelaku maupun motif pelaku melakukan penculikan tersebut.

Sebelumnya, seorang bayi berusia 20 hari bernama Aditya juga menghilang saat ditinggal ibunya berbelanja sayur. Aditya ditinggal di rumah kontrakan bersama dengan kakaknya yang masih berusia sembilan tahun. Ternyata Aditya diambil oleh salah seorang kenalan ibunya yang bernama Jumiati alias Sisil.

Detik-detik bayi Aditya kembali ke pelukan ibunda di RS Mitra Depok, Senin (30/04/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id
Detik-detik bayi Aditya kembali ke pelukan ibunda di RS Mitra Depok, Senin (30/04/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id

Bayi Aditya sempat menghilang selama 3 hari sejak 27 April 2018 dan ditemukan kembali pada 30 April 2018. Motif Sisil mengambil Aditya saat itu karena ingin memiliki anak dengan suami sirinya. Sebab Sisil sudah cukup lama menunggu namun belum juga dikaruniai seorang anak. Sehingga ketika melihat kesempatan saat Aditya ditinggal ibunya, Sisil merasa seperti mendapatkan dorongan untuk mengambilnya.

Peristiwa penculikan yang menimpa Grace dan Aditya merupakan dua tipe penculikan yang berbeda. Tulisan Sedlak, Finkelhor, dan Brick yang berjudul National Estimates of Missing Children: Updated Findings from a Survey of Parents and Other Primary Caretakers yang dipublikasikan dalam Juvenile Justice Buletin U.S. Department of Justice mengklasifikasikan peristiwa penculikan anak menjadi tiga berdasarkan pelakunya.

Pertama adalah Family Abduction yaitu penculikan yang dilakukan oleh anggota keluarga baik yang berasal dari keluarga inti maupun keluarga besar. Tolak ukur untuk menyebut tindakan tersebut adalah penculikan jika pelaku memindahkan sang anak dengan disertai pemaksaan, intimidasi, dan kekerasan agar anak menurut.

Grace Gabriela Bimusuh, korban tewas dalam karung di Bogor (03/05/2018). Foto: Facebook Maju Mundur
Grace Gabriela Bimusuh, korban tewas dalam karung di Bogor (03/05/2018). Foto: Facebook Maju Mundur

Kedua adalah Non-family Abduction yaitu penculikan yang dilakukan oleh orang yang bukan anggota keluarga. Penculikan tipe ini biasanya mengambil paksa dan melibatkan tindakan kekerasan. Selain itu, menahan anak di suatu tempat tanpa adanya izin atau pemberitahuan kepada kedua orang tuanya selama lebih dari satu jam juga merupakan penculikan. Biasanya penculikan dilakukan untuk mendapatkan tebusan.

Ketiga adalah Stereotypical Kidnapping adalah penculikan yang juga dilakukan oleh pelaku yang bukan anggota keluarga. Hanya saja pelakunya bisa orang yang sama sekali tidak dikenal ataupun orang yang hanya saling kenal namanya saja tetapi tidak dekat. Tipe penculikan jenis ini biasanya korban akan ditahan atau disembunyikan lebih dari satu malam dan pelaku bermaksud menahan anak untuk selamanya ataupun membunuhnya.

Jika melihat dari penjelasan di atas maka penculikan terhadap Grace dapat dikategorikan sebagai Stereotypical Kidnapping karena pelaku tidak berniat mengembalikan Grace dan akhirnya justru membunuh anak tersebut. Kasus penculikan yang menimpa Aditya juga tergolong sebagai Stereotypical Kidnapping karena pelaku bertujuan untuk merawat anak tersebut sebagai anaknya sendiri.

KOMENTAR
500/500