Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat (21/07/2018). Foto: Arief Pratama/Kriminologi.id

Menteri dan Dirjenpas Tahu Fasilitas Mewah Napi Koruptor, Kata Pakar

Estimasi Baca:
Minggu, 22 Jul 2018 16:06:13 WIB

Kriminologi.id - Tertangkapnya Kalapas Sukamiskin, Bandung, Wahid Husein, kembali membongkar praktik fasilitas mewah yang didapat para narapidana tindak pidana korupsi. 

Pertanyaannya kemudian, apakah praktik suap tersebut diketahui atasan dalam hal ini Dirjenpas Sri Puguh Budi Utami bahkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

"Sangat logis jika pejabat atasan, seperti Dirjenpas dan menteri sebenarnya mengetahui," kata pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, Minggu, 22 Juli 2018.

Melalui kasus itu, dia berharap bisa terbongkar seluruh jaringan bisnis hotel di LP yang sudah berkali-kali digerebek dan dibongkar, baik oleh Wamenkumham zaman Presiden SBY maupun Budi Waseso sebagai kepala BNN yang menggerebek lapas mewah milik para bandar narkoba.

Jika dapat dibuktikan para pejabat tersebut menerima setoran, katanya lagi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menyeretnya dengan tuntutan pidana korupsi.

"Menkumham dan Dirjen, saya rasa sudah bisa membaca dan mengetahui modus seperti itu. Namun, pengawasan melalui sistem tidak punya daya upaya. Harus ada keterangan dengan langsung memecat pejabat pelaku korupsi, termasuk terhadap menterinya sendiri, andaikan korupsi itu berujung ke atas," katanya.

Sebenarnya yang terjadi di Lapas Sukamiskin Bandung itu, menurut dia, koruptor menyuap koruptor, setiap hari terjadi.

"Jika ada yang terkena OTT, itu dianggap mereka yang sial saja. Semuanya sudah bebal," tandasnya.

Meski OTT setiap hari dan setiap kali dilakukan KPK, lanjut dia, korupsi dan penyalahgunaan wewenang setiap hari juga berlangsung walaupun sudah banyak upaya dilakukan negara agar tidak terjadi korupsi, terutama di sektor pelayanan publik.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian operasi tangkap tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, merupakan kejadian yang serius dan di luar dugaan.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500