Bom di Polrestabes Surabaya. Foto: Ist/Kriminologi.id

MUI Sumbar: Mudah Bicara di Medsos Soal Teror Picu Tindak Kekerasan

Estimasi Baca:
Jumat, 18 Mei 2018 15:20:36 WIB

Kriminologi.id - Publik diminta untuk menghentikan politisasi aksi teror yang terjadi di Tanah Air karena hanya akan memperburuk situasi dan keadaan. Mudahnya berbicara di media sosial tentang aksi teror yang terjadi justru bisa memicu tindak kekerasan lainnya

Terkait hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat meminta agar teror tersebut tidak menjadi konsumsi politik.

"Hentikan politisasi, ini soal nyawa anak bangsa, tega sekali ada yang menjadikan ini sebagai konsumsi politik," kata Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar di Padang, Jumat, 18 Mei 2018.

Jika aksi ini juga dijadikan alat untuk menyudutkan umat Islam, menurut Gusrizal, maka tidak bisa dipahami seperti apa hati dan jantung orang itu kalau mau menjadikan nyawa saudara sebangsanya menjadi korban.

"Kalau ada yang seperti itu aparat harus mengungkap, beberapa hari ini beragam komentar liar muncul, seharusnya biarkan dahulu aparat bekerja selagi masih percaya," kata dia.

Menurut Gusrizal, dirinya melihat orang-orang yang dengan mudah berbicara di media sosial tentang aksi teror malah bisa memicu tindak kekerasan lainnya, oleh sebab itu teror dengan opini ini juga harus dihentikan.

"Mari lebih bijak, kedepankan kepentingan bangsa jangan memprioritaskan urusan pribadi, politik dan lainnya," kata dia.

Gusrizal juga menilai seorang muslim yang punya keimanan yang baik, tidak akan menerima perilaku teror seperti peledakan bom di Surabaya.

"Artinya kalau ada muslim yang menerima aksi tersebut perlu dipertanyakan karena aksi itu bertolak belakang dengan ajaran Islam," ujarnya.

Ia menyampaikan bangsa ini didirikan atas dasar perjanjian kokoh antara berbagai suku dan agama yang tidak boleh diingkari serta harus dihormati.

"Lalu apakah boleh seorang muslim begitu saja meledakkan bom di tempat yang akan memberikan mudharat, tidak mungkin seorang muslim menerima perbuatan seperti itu," katanya.

MUI juga mendorong aparat penegak hukum harus segera mengungkap kasus ini untuk mencegah terjadi caci maki liar berujung pada keretakan bangsa.

"Aparat segera bergerak ungkap seterang-terangnya jangan ada yang ditutupi kalau memang tulus ingin menjaga bangsa ini," katanya.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500