Nikahsirricom, Foto: Ist/Kriminologi.id

Nikahsirri.com dan Gimmick Marketing yang Tak Etis

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Okt 2017 00:05:04 WIB

Kriminologi.id - Layanan lelang perawan yang disediakan situs Nikahsirri.com menyebabkan Aris Wahyudi berurusan dengan aparat kepolisian. Setalah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian,  Aris menyebut lelang perawan hanyalah sebuah gimmick marketing untuk menarik perhatian masyarakat agar bergabung dengan situsnya.  

"Jadi gini, saya ini kan orang marketing jadi lelang perawan itu sebenarnya adalah gimmick marketing atau bahasa marketing," ujar Aris dalam wawancara dengan Kriminologi yang dilakukan di Polda Metro Jaya, Jumat 13 Oktober 2017.

Aris menjelaskan panjang lebar soal layanan lelang perawan yang kontroversial itu. Semula, kata Aris, ia ingin membuat kata-kata 'lelang untuk bertemu perawan' di situsnya itu. Namun jika ditulis selengkap itu diakuinya tidak akan menarik secara bisnis. 

Baca: Polisi Tak Percaya Nikahsirri.com Baru Hasilkan Rp 5 Juta

Karena alasan itu Aris lalu memutuskan untuk menggunakan kata 'lelang perawan'.  Aris pun tak merasa jika kata-kata kontroversial itu melecehkan perempuan.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Essex University, Inggris ini mengaku istilah lelang perawan dipilih sebagai salah satu layanan di situs Nikahsirri.com. Ia membantah lelang perawan itu disebut ingin memperdagangkan wanita. Menurut Aris, nikahsirri.com adalah bisnis menawarkan jasa nikah siri secara daring. 

Ia mengklaim nikahsirri.com merupakan penyempurnaan dari situs-situs biro jodoh dengan inovasi baru. Dalam situs tersebut, Aris mengklaim, memberikan fasilitas layanan tambahan berupa penyediaan penghulu dan saksi untuk melegalkan para pasangan yang sudah bertemu melalui nikahsirri.com.

Aris membandingkan, situs biro jodoh  umumnya hanya mempertemukan pasangan wanita dan pria yang berujung kepada perzinaan. Sementara di situsnya menyediakan lengkap sampai saksi dan penghulu pernikahan. "Karena kami ingin mengurangi perzinaan adalah salah satu tujuan utama pendirian nikahsirri.com," ucapnya.

Baca: Jejak Bos Nikahsirri.com, Tulis Buku Ingin Jadi Warga Amerika

Praktisi digital marketing Yuswohady punya pandangan lain soal gimmick marketing 'lelang perawan' yang disebut Aris sebagai cara untuk menarik minat masyarakat menjadi anggota nikahsirri.com. Ia mengatakan, gimmick dalam marketing memang lazim digunakan untuk menawarkan suatu produk ke masyarakat dengan menyisipkan hal yang unik.

Yuswohady mencontohkan gimmick marketing yang dipakai salah satu restoran cepat saji terkenal untuk mempromosikan produknya. Biasanya mereka memberikan hadiah berupa mainan atau gelas yang dibuat sesuai dengan film yang sedang ngehits di bioskop saat itu. 

"Nah, biasanya kan orang kalau mau dapat mainan atau gelas itu harus beli makanan dulu, misalnya burger," kata Yuswohady saat berbincang dengan Kriminologi, Senin, 16 Oktober 2017. Tapi, kata dia, meskipun disampaikan secara unik, gimmick marketing tetap memiliki batasan. Tak bisa seenaknya memakai gimmick seperti Aris yang memberikan layanan 'lelang perawan' untuk memikat masyarakat mendaftar ke situsnya. 

Baca: Istri Bos Nikahsirri.com Minta Jokowi Ringankan Hukuman Suaminya

Ia menuturkan, gimmick ala Aris Wahyudi ini haram digunakan dalam dunia marketing lataran tidak etis. Menurutnya, gimmick marketing yang benar tetap harus sesuai dengan etika, sosial, dan ketentutan agama. 

"Mungkin kalau dia bilang itu gimmick, lelang perawan itu menimbulkan rasa ingin tahu. Tapi ini lepas dengan etika, dalam merketing itu tidak boleh. Tapi kalau istilah lelang perawan disebut gimmick itu timbul kontroversi jadi orang tertarik," ujarnya. 

Aris kini meringkuk di tahanan Polda Metro Jaya. Ia ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronika (ITE) dan Undang-Undang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. AMR | RZ

Reporter: Arif Muhammad Riyan
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500