i Jalan Raya Puspiptek, Kademangan, Kecamatan Setu, tepatnya dekat kawasan pergudangan Taman Tekno 1, Tansel, Selasa, 31 Juli 2018, Foto: Krimiologi.id

Pelajar Tewas di Tangerang, Pakar: Pendidikan Karakter Masih Lemah

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 05:35:32 WIB

Kriminologi.id - Siswa Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK Sasmita Jaya Pamulang, AZ (17) meninggal dunia saat menjalani pemulihan di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. AZ sebelumnya dirawat setelah terlibat tawuran di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Peristiwa tawuran antarpelajar SMK di Tangerang Selatan hingga menyebabkan tewas AZ dinilai sebagai masih lemahnya pendidikan di Indonesia dalam membangun karakter generasi muda yang sesuai dengan norma kehidupan bangsa.

Selain itu, kondisi ini diperparah rendahnya perhatian keluarga karena berbagai kesibukan.

Psikolog Sosial dari Universitas Bandung, Herlina mengatakan, keluarga merupakan akar dari cikal bakal seseorang akan tumbuh, dimulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja hingga dewasa. Jika sejak usia anak-anak dan remaja tidak mendapat dukungan dan sentuhan keluarga, maka yang terjadi nantinya anak-anak akan lepas kontrol.

"Kalau misalnya di keluarga, anak-anak memiliki karakter yang kuat ditanamkan keluarga, insya Allah mereka tidak akan terpengaruh tawaran semacam itu. Pengasuhan itu harus dilakukan dengan baik. Kendati kita tahu sekarang itu orang lebih mengejar memenuhi materi," kata Herlina di Bandung, Rabu, 8 Agustus 2018.

Herlina meminta para orang tua bisa memenuhi kebutuhan anak-anak, tidak saja secara materi, namun juga secara personal dengan memberikan pemahaman yang baik, terutama menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini.

AZ meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, pada Selasa, 7 Agustus 2018. Korban meninggal akibat luka yang cukup serius pada batang otak.

Polisi mengklaim telah mengantongi identitas pelaku penusukan. Sebelum tawuran terjadi dua kelompok siswa dari SMK Sasmita Pamulang dan SMK Bhipuri Cilenggang Serpong terlibat adu mulut di media sosial Facebook.

Reporter: Marselinus Gual
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500