Ilustrasi pencabulan anak laki-laki. Foto: Unsplash.com

Pencabulan 25 Anak, Benahi Rekrutmen Guru Honorer yang Asal-asalan

Estimasi Baca:
Jumat, 5 Jan 2018 11:09:40 WIB

Kriminologi.id - Kasus pencabulan yang dilakukan guru honorer sekolah dasar (SD) daerah Rajeg, Kabupaten Tangerang terhadap 25 anak-anak ini merupakan yang pertama di tahun 2018. 

Anak-anak yang menjadi korbannya berusia sekitar 10-15 tahun, atau setara dengan siswa SD dan SMP. Sistem rekrutmen guru honorer yang asal-asalan menjadi salah satu faktor penyebab, kata Pengamat Pendidikan M Abduhzen kepada Kriminologi, Jumat, 5 Januari 2018. 

"Situasi sekarang, dimana daerah suka-suka rekrut guru honor yang tidak memiliki kompetensi jelas. Karena faktor kedekatan, keluarga, jadi sangat beresiko yang jadi guru," ujarnya. 

Baca: Dalam Dua Bulan, Pria Paruh Baya Cabuli 8 Anak Laki-laki

Abduh menyebut guru SD yang cenderung berpikir mistik dan magic itu pertanda mentalitas yang tidak sehat. Implikasinya, kemungkinan mengarah pada seksualitas. 

"Kalau sistem rekrutmen modern, potensi kelainan seseorang itu sudah bisa terdeteksi. Tapi di Indonesia belum menerapkan ini," ujarnya. 

Mentalitas yang tidak sehat khususnya dikalangan tenaga pendidik itu sangat berbahaya. Apalagi, gangguan cara berfikir itu dialami oleh guru SD, yang dalam kesehariannya menuntut ada intimasi antara guru dan murid. 

Baca: Miris, Bocah Dicabuli Ayah Kandung di Duren Sawit

Intimasi yang dimaksud, kata Abduh, ada kedekatan guru dengan murid. "Guru harus menyentuh, harus ada sentuhan," ujarnya.  

Pengawasan terhadap guru pun perlu dilakukan oleh semua pihak, termasuk orang tua dan masyarakat. Pola pengawasan ini tidak bisa mengandalkan pemda, yang personelnya sangat terbatas. 

"Di daerah itu pengawasannya hanya mengandalkan penilik saja. Jadi perlu kerja sama orang tua dan masyarakat," ujarnya. 

Baca: 25 Anak Jadi Korban Sodomi Guru Honorer SD di Tangerang
  
Adalah Wawan Sutiono alias Babeh (49) guru honorer yang mencabuli 25 anak-anak dengan iming-iming mendapat ilmu ajian semar mesem. 

Adapun semar mesem adalah mantra pelet ajian pengasih khusus pria yang ingin memikat hati kaum wanita. Babeh ditangkap di kediamannya di Kampung Sakem, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang.

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa 1 kaos lengan pendek merek “little boy”, 1 celana pendek warna biru ungu, pelor gotri, dan ponsel.

Selain dikenal sebagai dukun yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, Babeh, julukan Wawan itu juga memiliki suara bagus sehingga tidak sedikit anak-anak yang senang 
dan ingin belajar agar bisa suaranya merdu.

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500