Dok. penenggelaman kapal ilegal fishing. Foto: Pixabay

Pengamat: Penenggelaman Kapal Ikan Sesuai UU dan Demi Kedaulatan

Estimasi Baca:
Kamis, 11 Jan 2018 13:00:23 WIB

Kriminologi.id - Pengamat hukum Universitas Bung Karno, Azmi Syahputra menilai langkah penenggelaman kapal asing yang mencuri ikan telah sesuai dengan undang-undang tentang perikanan. Selain melaksanakan perintah UU, menurut Azmi, penenggelaman kapal juga memperkuat kewibawaan kedaulatan, menjaga kekayaan alam Indonesia, serta wujud Indonesia sebagai negara hukum. Penenggelaman kapal asing bertujuan melindungi kepentingan hukum bangsa yang lebih besar.

"Penenggelaman kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia adalah perintah dan kehendak undang-undang perikanan. Perintah Undang Undang kedudukannya lebih tinggi dan berarti sudah tepat dilaksanakannya sanksi sesuai UU tersebut. Untuk saat ini merupakan langkah yang efektif dan tepat," katanya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

Baca: Ditanya Wacana Stop Penenggelaman Kapal Ilegal, Menteri Susi Lari

Azmi mengatakan, eksekusi penenggelaman kapal dalam upaya penegakan hukum yang jelas, terarah dan tuntas akan berguna meningkatkan kewibawaan UU dan budaya hukum Indonesia.

"Jadi langkah Menteri Susi (Menteri KKP Susi Pudjiastuti) sudah efektif sebagaimana diatur dalam UU perikanan dan selayaknya didukung," katanya.

Menurut Azmi, jika pada tahun yang akan datang dirasakan ada cara yang efektif selain menenggelamkan kapal, UU juga sudah punya ruang untuk itu. Azmi mengatakan, sepanjang ada putusan pengadilan maka kapal asing tersebut dapat digunakan untuk kepentingan lain, seperti untuk disita koleksi museum, keperluan pendidikan, hingga bahan penelitian.

"Namun sampai saat ini efektif dengan sanksi penenggelaman kapal agar tidak ada ruang celah tawar menawar terhadap penerapan sanksi tersebut," katanya.

Baca: Menteri Susi: Jangan Ragu Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan

Penenggelaman kapal ikan menjadi topik hangat beberapa hari terakhir. Itu sejak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut tidak akan ada lagi penenggelaman kapal ikan asing ilegal yang tertangkap di perairan Indonesia pada tahun 2018. Luhut mengatakan pemerintah ingin kebijakan diarahkan untuk fokus terhadap upaya peningkatan produksi perikanan dalam negeri.

Menurut Luhut, fokus peningkatan produksi perikanan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan ekspor perikanan Indonesia, antara lain melalui peningkatan penangkaran dan budi daya perikanan.

Terhadap kapal-kapal yang melanggar, lanjut Luhut, akan dilakukan penyitaan. Penenggelaman, kata dia, juga bukan tidak mungkin dilakukan karena akan diberikan sebagai sanksi atas pelanggaran khusus.

Baca: Tangkap Ikan di Perairan Australia, Kapal Indonesia Dimusnahkan

Sepanjang 2016, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menenggelamkan 236 kapal asing maupun lokal ilegal yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

Berdasarkan catatan penangkapan dan penenggelaman KKP selama periode 2016, sebanyak 781 kapal berhasil ditangkap oleh TNI AL, Polair-Polri, Bakamia, PSDKP-KKP.

Jumlah kapal terbanyak yang ditenggelamkan didominasi oleh kapal asal Vietnam dengan jumlah total sebanyak 96 kapal. Kemudian diikuti oleh Vitenam, Vietnam 96 kapal, Filipina 58 kapal, Thailand 21 kapal, Malaysia 38 kapal, Indonesia 15 kapal, Papua Nugini 2 kapal, China 1 kapal, Belize 1 kapal dan tanpa bendera 4 kapal.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500