Ilustrasi gantung diri. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Pengangguran di Usia Muda Tingkatkan Risiko Bunuh Diri

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 08:35:18 WIB

Kriminologi.id - Seorang ibu muda berusia 18 tahun bernama Rizkiyah Mandawiyah nekat gantung diri pada 3 Agustus 2018 di rumah mertuanya yang terletak di Jatiranggon, Bekasi. Penyebabnya diduga karena masalah ekonomi. Suaminya tidak mengizinkan perempuan yang biasa dipanggil Kiki itu bekerja. Selain itu, keluarga Kiki juga mengatakan sang suami kerap melakukan kekerasan.

Bunuh diri masuk dalam salah satu masalah global yang menjadi perhatian World Health OrganizationAlasannya, bunuh diri memiliki hubungan sangat kuat dengan kondisi kesehatan mental seseorang. Berdasarkan data WHO, ada 800 ribu orang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya. Angka ini menunjukkan setiap 40 detik ada seseorang yang tewas karena bunuh diri.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari who.int, rentang usia pelaku bunuh diri secara global antara 15 tahun hingga 29 tahun. Selain itu, 78 persen peristiwa bunuh diri pada tahun 2015 terjadi di negara-negara dengan pendapatan rendah dan menengah.

Beberapa studi dilakukan untuk melakukan pengujian apakah ada hubungan antara tingkat kondisi ekonomi dengan risiko bunuh diri. Hasil dari studi tersebut rupanya menunjukkan tidak adanya hubungan antara tingkat kondisi ekonomi rendah terhadap risiko bunuh diri, seperti studi yang dilakukan Daniel S. Hamermesh dan Neal M. Soss dalam tulisannya yang berjudul An Economic Theory of Suicide.

Namun Daniel dan Neal justru menemukan hubungan yang kuat antara pengangguran dengan bunuh diri. 

“Tingkat pengangguran justru memiliki pengaruh positif terhadap tingkat bunuh diri,” tulis Daniel dan Neal seperti dimuat dalam Journal of Political Economy Volume 82.

Tidak hanya Daniel dan Neal yang menemukan hubungan antara tingkat pengangguran dengan bunuh diri. Sebelumnya, David Gunnel dan Helen Wehner telah menunjukkan hubungan pengangguran dengan risiko bunuh diri khususnya untuk kelompok usia muda.

“Terdapat hubungan signifikan antara status pengangguran dengan risiko bunuh diri baik pada laki-laki maupun perempuan. Hubungan tersebut terbukti lebih kuat terjadi pada individu di kelompok usia muda,” tulis David Gunnel dan Helen Wehner dalam makalahnya yang berjudul Suicide and Unemployment in Young People: Analysis of Trends in England and Wales, 1921-1995.

Kelompok usia muda yang dimaksud David dan Helen memiliki rentang usia dari 15 tahun hingga 24 tahun. Makalah yang juga dipublikasikan dalam British Journal of Psychiatry Volume 175 tahun 1999 menunjukkan, terjadi lonjakan hampir dua kali lipat peristiwa bunuh diri yang dilakukan individu di rentang umur tersebut.

Walaupun ada beberapa faktor ekonomi, sosial, dan psikologis yang dapat meningkatkan risiko terjadinya bunuh diri, ternyata kondisi menganggur yang dialami individu di kelompok usia muda akan memberikan tekanan tersendiri bagi individu tersebut sehingga dapat berujung pada tindakan bunuh diri.

Seperti yang terjadi pada Kiki, usia yang masih 18 tahun tanpa memiliki pekerjaan dan dalam kondisi baru saja memiliki seorang bayi memberikan tekanan tersendiri baginya untuk dapat memenuhi kebutuhan sang buah hati. Namun sayangnya permintaannya untuk bekerja ditolak suami sehingga Kiki pun memilih mengakhiri hidupnya.

KOMENTAR
500/500