Penggunaan Bom Pipa di Gereja Surabaya, Ini Jauh Lebih Mudah dan Murah

Estimasi Baca :

Ilustrasi Bom. Foto: Pixabay - Kriminologi.id
Ilustrasi Bom. Foto: Pixabay

Kriminologi.id - Penggeledahan yang dilakukan Tim Densus 88 di kediaman pelaku pengeboman Gereja di Surabaya, Jawa Timur pada 13 Mei 2018 mendapatkan 3 buah bom pipa dan bahan-bahan peledak berbahaya lainnya seperti bubuk hitam, aseton, HCL, Aquades, belerang, dan H2O.

Penggunaan bom pipa di Indonesia memang cukup populer di Indonesia. Pipa digunakan sebagai kemasan bahan peledak. Sebelumnya, tren bom di Indonesia yang dikemas panci presto, namun pipa menjadi alternatif karena harganya pun lebih murah daripada panci presto.

Berdasarkan penelusuran kriminologi.id di sebuah toko online yang menjual pipa sepanjang 1 meter hanya bekisar Rp 8 ribu- Rp 13 ribu saja. Pipa sepanjang 1 meter tersebut bisa menjadi tiga buah bom pipa. Jika dibandingkan dengan bom panci, maka bom pipa jauh lebih murah.

Untuk panci sendiri, harus merogoh kocek lebih besar yakni berkisar Rp 500 ribu. 

Kemasan menjadi salah satu unsur penting dalam membuat bom, sebab semakin sulit dibuka maka menghasilkan daya ledak tinggi. Oleh karena itu, para teroris beralih dari bom panci ke pipa seiring perkembangan pengetahuannya. 

Bom pipa di Polsek Cipondonh, Tangerang, Banten. Foto: Ist/Kriminologi.id
Bom pipa di Polsek Cipondonh, Tangerang, Banten. Foto: Ist/Kriminologi.id

Bom pipa yang ditemukan dari hasil penggeledahan tersebut termasuk dalam jenis peledak Triacetone Triperoxide (TATP). Jenis ini memang termasuk salah satu jenis bahan peledak yang banyak digunakan di Indonesia. Walaupun sebenarnya ada dua bahan peledak yang menjadi andalan para teroris di Indonesia yaitu TATP dan black powder.

Menurut tulisan Robert Matyas dan Jakub Selevsovsky yang berjudul Power TATP Based Explosives menempatkan TATP sebagai bahan peledak yang sangat berbahaya dan termasuk dalam high explosive. Daya ledak bahan peledak jenis TATP ini hingga 5.300 meter per detik.

Walaupun dalam tulisan Robert dan Jakub yang dipublikasikan dalam Journal of Hazardous Materials nomer 165 itu juga menyebutkan bahwa daya ledak TATP juga beragam dan tergantung pada komposisi yang digunakan di dalamnya.

Selain itu, keunggulan TATP juga disebutkan oleh Kimberly Lynne dalam tesisnya berjudul The Forensic Analysis of Triacetone Triperxide (TATP) Precursors and Synthetic by-Products adalah sensitivitasnya. Bahan TATP sangat tidak stabil dan memiliki sensitifitas yang tinggi alias mudah meledak jika terkena gesekan langsung memicu pembakaran bahan tersebut.

Bahan TATP sendiri dijuluki sebagai The Mother of Satan karena berbagai keunggulannya seperti mudah mendapatkan bahannya, tinggi daya ledaknya, dan mudah memicu ledakannya.

Kimberly juga menyebutkan bahwa daya ledak TATP dapat ditingkatkan hingga layaknya daya ledak TNT (Trinitrotulena) yang kerap digunakan oleh militer.

Bahaya bom pipa tidak berhenti sampai di situ, untuk meningkatkan dampak ledakannya dan melukai target sasarannya maka penggunaan shrapnel juga menjadi fokus. Masih lekat di ingatan tentang bom yang berisikan paku sehingga saat meledak, paku-paku tersebut berhambur dan melukai banyak orang.

Paku inilah yang disebut dengan shrapnel. Sedangkan untuk penggunaan bom pipa, pelaku tidak perlu menambahkan shrapnel di dalam peledaknya sebab pipa sendiri dapat berfungsi sebagai shrapnel. Pecahan pipa saat meledak juga dapat melukai target sasaran para teroris.

Bahan peledak TATP juga menjadi bahan favorit pembuatan bom oleh para teroris karena memang bahan-bahannya mudah diperoleh. Bahan dasar TATP adalah zat pembersih kuku atau yang lebih sering dikenal dengan Aseton.

Berdasarkan penelusuran kriminologi.id harga jual aseton di sebuah situs belanja online hanya sekitar Rp 45 ribu per liter. Bahan dasar Aseton tersebut akan dicampur dengan beberapa bahan lainnya seperti Aquades, H2O, dan bahan lainnya.

Bahan-bahan campuran yang digunakan untuk membuat TATP juga termasuk mudah didapatkan dan murah seperti H2O dan Aquades. Sehingga biaya yang dikeluarkan untuk membuat 1 bom pipa dengan bahan TATP kurang lebih hanya sekitar Rp 100 ribu.

Infografik Murahnya biaya pembuatan Bom Pipa. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id DP

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Kata Pakar Penggunaan Bom Pipa di Gereja Surabaya, Ini Jauh Lebih Mudah dan Murah

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu