Ilustrasi gantung diri. Foto: Ist/Kriminologi.id

Perempuan Pengangguran Usia Lanjut Berisiko Bunuh Diri

Estimasi Baca:
Minggu, 12 Ags 2018 15:01:54 WIB

Kriminologi.id - Perempuan berusia lanjut ternyata memiliki risiko bunuh diri lebih tinggi. Kaum perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menghubungi lembaga bantuan untuk menghindari bunuh diri. Persentase kaum perempuan sekitar 68,4 persen sedangkan kaum laki-laki sebesar 31,6 persen.

Bunuh diri menjadi peristiwa yang cukup sering terjadi di Indonesia. Berdasarkan penelusuran Kriminologi.id, hampir setiap bulan selalu ada pemberitaan tentang korban bunuh diri dan bahkan di bulan Juli 2018 setidaknya terdapat 8 peristiwa bunuh diri yang terjadi di Indonesia.

Indonesia tidak termasuk dalam negara-negara dengan tingkat peristiwa bunuh diri tertinggi di Asia Tenggara. Menurut data World Health Organization atau WHO, angka bunuh diri Indonesia adalah 3.4 per 100 ribu penduduk. Sehingga dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia adalah 265 juta jiwa maka diperkirakan ada 9 ribu orang yang melakukan bunuh diri.

Sebuah lembaga bantuan bagi orang-orang yang berniat bunuh diri bernama Save Yourselves mengungkapkan bahwa selama November 2016 hingga Juni 2017, kaum perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menghubungi lembaga tersebut untuk meminta bantuan. Persentase kaum perempuan sekitar 68,4 persen sedangkan kaum laki-laki sebesar 31,6 persen.

Studi yang dilakukan oleh Yavuz Hekimoglu dkk mengungkapkan bahwa perempuan lebih rentan melakukan bunuh diri.

“Perempuan yang bunuh diri nampaknya lebih sering terjadi daripada laki-laki yang melakukannya,” tusl Yavuz dkk dalam makalah A Descriptive Study of Female Suicide Deaths from 2005 to 2011 in Van City, Turkey.

Selanjutnya studi Nobuyoshi Ishii menemukan ternyata perempuan yang menganggur memiliki risiko yang lebih besar dalam melakukan bunuh diri.

“Pada perempuan, pengangguran memiliki hubungan positif dan signifikan berpengaruh pada angka bunuh diri,” tulis Nobuyoshi Ishii dkk dalam laporan penelitian berjudul Risk Factors for Suicide in Japan: A Model of Predicting Suicide in 2008 by Risk Factors of 2007.

Dalam makalah tersebut juga dijelaskan bahwa tidak hanya status pengangguran yang dapat meningkatkan risiko bunuh diri pada perempuan. Studi tersebut mengungkapkan dua faktor lain seperti usia dan status pernikahan. Perempuan dengan usia yang sudah tua memiliki risiko lebih besar untuk melakukan bunuh diri.

Status pernikahan merupakan faktor yang menarik, sebab status pernikahan dapat menjadi faktor pendukung perempuan melakukan bunuh diri maupun menjadi faktor yang melindungi perempuan dari tindakan bunuh diri. Tekanan yang di dapatkan dari dalam keluarga ataupun status pernikahan yang berubah secara tiba-tiba menjadi salah satu contoh faktor yang mendukung perempuan melakukan bunuh diri.

Sedangkan keberadaan anak dan rasa tanggung jawab terhadap keluarga sehingga tidak ingin meninggalkan keluarganya itulah yang menjadi contoh bahwa status pernikahan dapat melindungi perempuan dari tindakan bunuh diri. AS

KOMENTAR
500/500