Ilustrasi tawuran/Kriminologi.id

Psikolog: Pertumbuhan Emosional Siswa SMK Fathurosi Delpiero Terganggu

Estimasi Baca:
Rabu, 15 Ags 2018 09:45:29 WIB

Kriminologi.id - Fathurosi Delpiero (18), korban tewas dalam tawuran pelajar di Jakarta Timur merupakan korban salah asuh atau malparenting. 

Perkembangan emosional dalam diri siswa kelas 2 SMK Rahayu Mulyo itu tidak sehat akibat perpecahan rumah tangga, kata Psikolog dari Universitas Indonesia Mira Amir, Rabu, 15 Agustus 2018. 

"Perkembangan yang tidak sehat atau nggak konstruktif. Sebenarnya untuk aspek emosinya, anak ini tidak beruntung, tidak ideal, akibat keluarga terpecah," ujarnya. 

Mira menjelaskan Delpiero merupakan contoh dari korban mal parenting. Ia tumbuh dan besar dalam pengasuhan yang tidak wajar. 

Beban anak itu, kata Mira, semakin bertambah begitu dirinya diasuh oleh kakak dari ibu kandungnya sejak perpisahan tersebut, bukan oleh salah seorang dari ayah atau ibunya. 

Psikolog Mira Amir
Psikolog Universitas Indonesia Mira Amir

Akibatnya, asupan emosi dalam dirinya jauh dari optimal. Ibarat tubuh yang mal nutrisi, tak cukup gizi. 

"Kalau baik-baik saja, mungkin dia bisa tidur, makan, bersekolah cukup tapi untuk asupan emosinya yang optimal, kaya, itu sama sekali tak terpenuhi sehingga dia mudah goyah," ujarnya. 

Mira juga menyoroti keterangan Dwimastuti yang menyebut Delpiero merupakan sosok anak baik dan tidak neko-neko sejak usia 7 tahun hingga masuk ke jenjang SMP. Perubahan terjadi begitu Delpiero beranjak ke kelas dua akibat salah gaul. 

Bagi Mira, perilaku diamnya Delpiero itu dampak dari kebingungan yang dialaminya. Anak korban perceraian rumah tangga ini berkembang tanpa memiliki kepercayaan diri yang baik.
 
"Salah satu aspek anak ini berkembang nggak punya self confidence atau percaya diri yang baik, yang harus tumbuh dalam keluarga yang utuh. Dia diem aja kemungkinan terhambat dalam komunikasi sehingga problem mengkomunikasikannya," ujarnya.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500