Psikolog: Wanita Berkebutuhan Khusus Kesulitan Memahami Pemerkosaan

Estimasi Baca :

Mira Amir, Psikolog dari Universitas  Indonesia (24/02/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Mira Amir, Psikolog dari Universitas Indonesia (24/02/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Wanita berkebutuhan khusus kesulitan memahami tindak pemerkosaan yang menimpa dirinya, kata Psikolog dari Universitas Indonesia Mira Amir. Orang berkebutuhan khusus itu sulit memahami perilaku manusia, sementara pemerkosaan itu bagian dari perilaku manusia.   

Wanita berkebutuhan khusus berinisial NSR (27) diperkosa saat berada di rumahnya seorang diri, Selasa, 10 April 2018. Pelaku pemerkosaan itu adalah M (40).

"Orang berkebutuhan khusus itu kesulitan merespons secara cepat bahkan untuk perilaku yang tidak semestinya sekalipun," ujar Mira Amir kepada Kriminologi.id, Senin, 16 April 2018. 

Mira menjelaskan, secara umum orang berkebutuhan khusus itu sulit mengekspresikan emosional dalam dirinya. Orang berkebutuhan khusus itu, kata Mira, memiliki emosional, akan tetapi penempatannya yang terkadang kurang tepat. 

Apalagi jika orang berkebutuhan khusus menghadapi sesuatu yang baru, seperti pemerkosaan. Alasannya wanita berkebutuhan khusus itu sensitif dengan yang baru. 

"Mereka (wanita berkebutuhan khusus) ini kaget dan berusaha mencerna (pemerkosaan) ini persitiwa apa sih," ujarnya.

Meski sensitif dengan sesuatu yang baru, Mira menjelaskan bukan berarti wanita berkebutuhan khusus itu tidak bisa menghindari pelaku pemerkosaan.

Keluarga terdekat bisa saja memberikan pemahaman terhadap wanita berkebutuhan khusus secara terus menerus tentang hal yang perlu dihindari sehingga tidak terjadi pemerkosaan. 

Misalnya, kata Mira, hal yang umum dengan mendidik agar tidak mudah menuruti keinginan orang tak dikenal atau orang asing. Hal ini yang perlu disampaikan berulang-ulang.

Namun kendalanya, kasus pemerkosaan yang terjadi pada wanita itu kebanyakan dilakukan oleh orang terdekat. 

"Semakin sulit bagi wanita berkebutuhan khusus untuk menghindarinya. Karena sebagian besar kasus pemerkosaan itu dilakukan oleh orang yang dikenal," ujar Mira. 
  
Saat ditanya wanita berkebutuhan khusus itu bisa dengan cepat menceritakan kasus yang dialaminya berikut ciri-ciri pelaku kepada polisi, Mira menjelaskan daya tangkap atau rekam orang berkebutuhan khusus itu sangat kuat. 

"Memorinya sangat kuat. Hanya saja dia kesulitan kalau mengalami tindak kejahatan," ujarnya.

Seperti diketahui M langsung ditangkap setelah beberapa saat melakukan perbuatan tak bermoralnya itu, Selasa, 10 April 2018. M dibekuk di kediamannya tanpa melakukan perlawanan. 

Kasus pemerkosaan NSR ini diambil alih Polresta Jambi melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).  MSA

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Kata Pakar Psikolog: Wanita Berkebutuhan Khusus Kesulitan Memahami Pemerkosaan

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu