Ilustrasi vonis. Foto: Pixabay.com

PT Jambi Putus Lepas Wanita Korban Perkosaan Inses, ICJR: Hakim Berani

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 18:45:57 WIB

Kriminologi.id - Institut for Criminal Justice Reform atau ICJR mengapresiasi Pengadilan Tinggi Jambi yang memutus lepas, WA, korban perkosaan inses atau hubungan seksual sedarah. 

WA yang melakukan aborsi usai diperkosa kakak kandungnya itu dilepaskan dari segala tuntutan.

"Terkhusus karena majelis hakim pada perkara ini berani untuk mengambil langkah yang sesuai dengan ketentuan hukum pidana yang ada di Indonesia dengan menggunakan ketentuan 'daya paksa'," tulis ICJR seperti dikutip Kriminologi.id dalam laman resminya icjr.co.id, Senin, 28 Agustus 2018.

Dijelaskan, ketentuan "daya paksa" diatur dalam Pasal 48 KUHP yang berbunyi, "Barang siapa melakukan perbuatan karena pengaruh daya paksa, tidak dipidana."

Dengan menggunakan alasan daya paksa, bagi ICJR, menunjukkan majelis hakim melihat kasus tersebut tidak hitam putih, tetapi teliti dengan melihat kondisi korban.

Ternyata, putusan tersebut juga sesuai dengan Amicus Curiae yang dikirimkan ICJR pada 6 Agustus 2016 ke PT Jambi. Dalam Amicus Curiae ICJR, tercatat pentingnya melihat pengaruh daya paksa atau keadaan memaksa atau keadaan darurat atau overmacht dalam kasus ini, yang sesuai Pasal 48 KUHP.

"ICJR menilai bahwa dalam hal penggunaan Pasal 48 KUHP untuk kasus aborsi yang sejenis, Putusan ini dapat dijadikan Landmark Decision (putusan penting) bagi penegakan hukum dan peradilan di Indonesia," tulis ICJR. 

Korban, menurut CIJR, seringkali dipandang tidak seimbang utamanya bagi perempuan, terutama untuk kasus seperti aborsi. Melihat kondisi korban yang diduga melakukan tindak pidana harus dilakukan secara teliti.

"Sekali lagi hukum tidak bisa dipandang hanya hitam dan putih. Hukum harus menjamin rasa keadilan dan melihat kondisi pelaku tindak pidana. Apalagi korban yang dianggap melakukan tindak pidana karena terpaksa," tulis ICJR.

Sebelumnya, Humas Pengadilan Tinggi Jambi Hasolon Sianturi mengatakan terdakwa WA divonis majelis hakim dengan putusan lepas, dan hukuman itu dibacakan oleh hakim dipimpin Jhon Diamond Tambunan dan anggota Hiras Sihombin serta Efran Basuning.

"Putusan majelis hakim PT Jambi tersebut dibacakan pada perkara banding kasus anak dengan terdakwa WA, pada Senin 27 Agustus 2018," kata Hasolon di Jambi, Selasa, 28 Agustus 2018.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa WA telah terbukti melakukan tindak pidana aborsi, namun yang dilakukannya dalam keadaan terpaksa, sehingga melepaskan korban WA dari segala tuntutan hukum.

Selain itu, hakim juga meminta kepada pihak-pihak terkait untuk memulihkan hak anak dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.

"Membebankan biaya perkara untuk kedua tingkat peradilan baik peradilan tingkat pertama maupun peradian tingkat banding kepada negara," kata Humas Pengadilan Tinggi Jambi Hasolon Sianturi.

Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500