Rayuan dan Iming-Iming Uang pada Anak Itu Tindak Kekerasan

Estimasi Baca :

Ilustrasi Kekerasan Anak. Foto: Pixabay.com - Kriminologi.id
Ilustrasi Kekerasan Anak. Foto: Pixabay.com

Kriminologi.id - Bujuk rayu serta iming-iming pada anak di bawah umur itu bagian dari kekerasan. Rayuan yang biasanya disertai dengan iming-iming itu bagian dari upaya menekan agar si anak mau menuruti keinginannya. Dua hal itu menjadi modus yang dilakukan oknum guru sekolah dasar (SD) yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur.   

"Bujuk rayu dan ancaman-ancaman merupakan bagian dari upaya pelaku untuk mendapatkan kepatuhan dari korbannya," ujar Kriminolog Universitas Indonesia, Mamik Sri Supatmi kepada Kriminologi, Rabu, 10 Januari 2018. 

Berdasarkan riset Kriminologi terhadap kasus pelecehan seksual guru sekolah dasar terhadap muridnya sepanjang tahun 2017, terdapat 8 kasus. Dari kasus tersebut rayuan dan Iming-iming ini kerap dilakukan pelaku pelecehan seksual untuk menekan korbannya.

Baca: 9 dari 10 Wanita di Brussel Pernah Alami Pelecehan Seksual 

Riset ini tidak termasuk kasus Wawan Sutiono alias Babeh (49) yang melakukan sodomi terhadap 41 anak-anak di bawah umur. Seluruh anak-anak korban pedofilia ini berusia sekitar 10-15 tahun.   

Mamik, dosen Kriminolog yang konsen terhadap isu kekerasan anak dan perlindungan perempuan itu mengatakan, ancaman dan kekerasan itu tidak selalu berbentuk fisik, dan banyak modusnya. Akan tetapi, Mamik tidak menjelaskan secara detil bentuk lain dari ancaman atau kekerasan di luar fisik.  

"Kami (kriminolog) mendefinisikan bujuk rayu atau iming-iming itu sebagai bagian dari kekerasan, karena ini terhadap anak," ujarnya. 

Anak kata Mamik, tidak memiliki kemampuan untuk memberikan consent (kesadaran) terhadap ajakan hubungan seksual, apalagi jika disertai dengan iming-iming dan bujuk rayu.

Baca: Presiden: Pembangunan Karakter Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak

"Anak belum mampu untuk memberikan consent," ujarnya. 

Adapun consent yang dimaksud adalah kesepakatan terhadap aktivitas seksual dengan kemampuan penuh untuk membuat pilihan tersebut. Lebih lanjut Mamik mengatakan, anak-anak (perempuan) yang menjadi korban kekerasan seksual tidak jarang mendapatkan penilaian negatif dari masyarakat. Sehingga, posisi korban semakin terpojok. 

"Masyarakat bukannya menunjukkan empati justru malah memberikan penilaian buruk terhadap perempuan yang jadi korban kekerasan seksual," ujarnya.

Baca: Dituduh Terlibat Pelecehan Seksual, Senator AS Mundur 

Hasil riset Kriminologi menunjukkan pelecehan seksual oleh oknum guru terhadap muridnya itu dilakukan di tempat yang relatif sepi. Modusnya yakni dengan membuka pelajaran tambahan atau les privat, meminta sang murid datang lebih awal ke sekolah atau membantu mengoreksi hasil pekerjaan murid lainnya di meja guru. 

Sebelum melancarkan aksinya, oknum guru ini merayu dengan memberikan uang, meminjamkan game di Handphone hingga pemberian nilai bagus. Selain rayuan, oknum tenaga pendidikan ini juga disertai dengan ancaman. Pada umumnya, ancaman yang dilakukan oknum guru SD itu relatif seragam, yakni pemberian nilai jelek hingga pemindahan ke sekolah lain. SM

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Kata Pakar Rayuan dan Iming-Iming Uang pada Anak Itu Tindak Kekerasan

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu