Tidur dengan Kerangka Suami, MUI: Tak Kuburkan Mayat Melanggar Syariat

Estimasi Baca :

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Saadi (01/02/2018) foto: Ist/mpr.go.id - Kriminologi.id
Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Saadi (01/02/2018) foto: Ist/mpr.go.id

Kriminologi.id - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengatakan, petunjuk agar tidak memakamkan jenazah Hanung, suaminya yang diterima Neneng Khodijah melalui bisikan melanggar syariat, meski diawali salat sunah Tahajud dan doa selama 40 hari. 

Setiap mayat, kata Zainut, itu harus dikuburkan. Dalam syariat Islam disebutkan setiap muslim yang meninggal itu wajib bagi muslim lainnya untuk memandikan, mengkafani, mensolatkan dan menguburkan. 

"Itu Fardu Kifayah, sesuatu yang wajib dilakukan setiap muslim di kampung itu. Kalau sudah ada yang mengurusi, yah sudah gugur kewajibannya. Jadi setiap yang meninggal harus dikubur," ujar Zainut Tauhid kepada Kriminologi pada Kamis, 1 Februari 2018.

Baca: Dua Tahun Hidup Bersama Mayat, Psikolog: Kenapa Neneng Dibiarkan?

Neneng menyimpan mayat Hera Sri Herawati, anak kandungnya dan Hanung, suami Neneng di ruang tamu rumah. Hera, meninggal pada bulan Januari 2016 disusul Hanung, suaminya 11 bulan kemudian. 

Selama hampir 2 tahun Neneng menjalani hidup bersama dua kerangka mayat di kediamannya Kompleks Cijerah II, Gang Nusaindah 6 Blok 13 No 117, Kota Cimahi, Kota Bandung. Neneng pun memperlakukan mayat itu layaknya masih hidup, yakni dengan mengganti kain selimut yang menjadi penutup kerangkanya.

Terkait dengan bisikan yang menabrak aturan syariat, Zainut Tauhid menambahkan itu berasal dari setan. Sebaliknya, bisikan yang mengajarkan kebenaran dan tidak berbenturan dengan syariat itu sumbernya malaikat. 

"Dapat bisikan dan menanggapinya sebagai kebenaran itu yang keliru, meskipun diawali dengan salat sunah Tahajud selama 40 hari disertai doa," ujar Wakil Sekretaris Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) periode 2010-2015 itu mengatakan, Neneng telah melanggar syariat dengan hidup bersama mayat selama dua tahun. 

Baca: Neneng Dapat Petunjuk Simpan Mayat Suami dan Anak Usai Tahajud 40 Hari

Soal perilaku Neneng yang percaya terhadap hal yang berbau mistik, Zainut berkomentar sama sekali tidak mendasar. Percaya terhadap sesuatu yang berbau mistik atau klenik itu tidak memiliki dasar syariat. 

"Ukurannya ajaran syariat saja yang memiliki dasar. Jadi kalau sudah tidak sesuai dengan Al quran, hadis dan ijtihad para ulama (Ijma) ditinggal saja," ujarnya. 

Baca: Simpan Kerangka di Rumah, Neneng Takut Dituduh Bohong Dapat Hidayah

Di akhir penjelasannya, Ketua Umum PP IPNU dua periode pada tahun 1988-1996 itu mempertanyakan masyarakat sekitar yang sama sekali tidak mengetahui aktivitas menyimpang Neneng itu.

"Kalau memang masyarakat sekitar tidak tahu, mereka tidak berdosa. Karena Allah tidak akan membebani orang terhadap perbuatan yang tidak diketahuinya," ujarnya.

Warga sekitar mengenal sosok Neneng Khodijah sebagai orang yang sangat tertutup. Terungkapnya dua kerangka mayat di rumah Neneng itu  berawal dari petugas puskesmas yang curiga melihat gelagat Neneng. Saat itu, kedatangan petugas untuk mendata kesehatan. SM 

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Kata Pakar Tidur dengan Kerangka Suami, MUI: Tak Kuburkan Mayat Melanggar Syariat

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu