Asep (50) tersangka pelaku penganiayaan terhadap KH Umar Basri. Foto: Ist/Kriminologi.id

Ustaz Umar Basri Dianiaya, Ahli Pidana: Jangan Pura-pura Gila

Estimasi Baca:
Selasa, 30 Jan 2018 06:05:40 WIB

Kriminologi.id - Pakar Hukum Pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Prof DR Muzakir mengatakan, perilaku keseharian Asep tersangka penganiaya pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung menjadi kata kunci sakit jiwa atau tidak. 

Keseharian Asep itu bisa diketahui dari keterangan keluarga terdekat, tetangga atau pengurus warga tempat tinggalnya. Sehingga gambaran distribusi keseharian tersangka seperti apa itu bisa diketahui secara utuh. 

"Keseharian Asep itu seperti apa. RT-RW (tempat tinggalnya) diwawancarai dulu agar mengerti. Jangan sampai menghindari praduga yang tak terduga-duga," ujar Muzakir dihubungi Kriminologi, Selasa, 30 Januari 2018.

Baca: Penganiaya KH Umar Basri Bisa Dibebaskan

Muzakir menambahkan situasi terakhir tentang keseharian Asep ini menjadi penting. Terutama, apakah dalam beberapa bulan terakhir ini tersangka pernah melakukan tindak kekerasan atau penganiayaan di lingkungan tempat tinggalnya. 

"Kesehatan itu bisa berubah-ubah. Paling penting, situasi terakhir pernah nggak menganiaya orang. Kalau pernah itu bisa dikatakan gangguan jiwa," ujarnya.

Ahli hukum pidana ini juga mengomentari kasus penganiayaan Asep terhadap Kiai Emon, panggilan Umar Basri yang dinilai unik. Penganiayaan itu dilakukan terhadap tokoh masyarakat tanpa jelas pemicunya. 

Baca: KH Umar Basri Dianiaya, Polisi: Pelaku Gila Sejak Usia 25 Tahun

"Kalau dia minta makan tidak diberikan langsung gebukin masuk akal. Tapi kalau pak ustaz yang digebukin?" kata Muzakir dengan nada bertanya. 

Pemantauan secara detail terhadap Asep, kata Muzakir sangat dibutuhkan untuk menghindari sifat pura-pura. Hanya karena berurusan dengan hukum, sehingga pelaku berpura-pura hilang akal, atau tiba-tiba mengalami gangguan jiwa.   

"Jangan karena mau diperiksa kemudian dia pura-pura gila," ujarnya. 

Asep, tersangka penganiaya pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah dinyatakan mengalami gangguan jiwa berat.  

Baca: Penganiaya KH Umar Basri Ngaku Asal Garut Tapi Tak Punya KTP

Kesimpulan Asep mengalami gangguan jiwa ini diutarakan dokter spesialis kesehatan jiwa sekaligus Ketua Komite Dokter RS Sartika Asih Bandung Leony Widjadja pada Senin, 29 Januari 2018.

Ia memaparkan riwayat kesehatan jiwa atas nama Asep, bahwa sikap pelaku ini tidak mencerminkan orang yang dalam keadaan normal.

"Kesimpulan dari kami yang bersangkutan ini, mengalami gangguan jiwa berat," papar Leony kepada wartawan, didampingi Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di RS Polri Polda Jabar Sartika Asih Bandung , Senin, 29 Januari 2018. SM

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500