Riset: Persekusi Bugil Dapat Sebabkan Gangguan

Estimasi Baca :

Ilustrasi Persukusi. Ilustrasi: Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi Persekusi Bugil Dapat Sebabkan Gangguan. Ilustrasi: Kriminologi.id

Kriminologi.id - Beredar video viral sekelompok massa menelanjangi dan menngarak sepasang kekasih yang diduga melakukan perbuatan mesum. Peristiwa ini terjadi di wilayah Cikupa, Tangerang, Banten pada 11 November 2017.

Video amatir tersebut merekam aksi masyarakat yang memaksa pasangan laki-laki perempuan berjalan tanpa mengenakan pakaian. Sebenarnya perempuan dalam video tersebut sempat menggunakan celana dalam, namun saat sampai di teras toko ada beberapa orang yang melepaskan celana tersebut dan memaksa pasangan tersebut memperagakan saat bermesraan.

Baca: Arak dan Telanjangi Pasangan Kekasih, Ketua RT Jadi Tersangka

Pada video tersebut, pihak perempuan menangis dan meronta-ronta agar tidak diperlakukan seperti itu. Polisi pun bertindak dan menetapkan Ketua RT setempat sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Tindakan ini oleh warga setempat karena mereka tidak mau ada yang berbuat mesum di wilayahnya seperti yang disampaikan tersangka pada polisi.

"Dari hasil pemeriksaan, Ketua RT yang telah ditetapkan sebagai tersangka mengaku melakukan hal itu dengan alasan merasa tidak mau di wilayahnya ada yang berbuat mesum," kata Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Tangerang, AKBP Sabilul Alif kepada Kriminologi, Rabu 15 November 2017.

Barbara Benoliel dalam tulisannya yang berjudul Public Humiliation as a Mitigator in Criminal Sentencing menyatakan tindakan mempermalukan pelaku kejahatan di depan umum adalah bentuk penghukuman itu sendiri dan juga menciptakan efek deterrence atau efek penggentarjera bagi orang lain.

Perdebatan masalah tindakan mempermalukan pelaku di depan masyarakatan sebagai bentuk penghukuman terus berlangsung. Masalahnya, tujuan penghukuman tidak hanya tentang efek penggentarjera bagi masyarakat, tetapi juga melakukan rehabilitasi dan reintegrasi pelaku kejahatan dalam masyarakat. Tindakan mempermalukan pelaku di depan umum justru mencederai tujuan penghukuman lainnya.

Baca: Dituduh Mesum dan Diarak, Korban Penganiayaan Menangis Terus

Selain itu, Bengt Starrin dalam tulisannya yang berjudul Shame, Humiliation and Psychiatric ill-health menyebutkan tekanan eksternal yang muncul dari suatu bahaya atau suatu perlakuan yang begitu buruk sehingga dapat memicu stres dan dapat berujung pada cedera fisik ataupun gangguan kejiwaan.

Penelitian yang dilakukan psikiater Amerika, Kenneth Kendler menggambarkan hubungan antara tindakan mempermalukan diri dengan gangguan kejiwaan. Salah satu penyebab terjadinya gangguan kejiwaan adalah depresi mendalam.

Kendler menambahkan penyebab paling penting terjadinya depresi mendalam ini adalah kehilangan kehidupan sosial. Mempermalukan pelaku di depan publik atau public shaming menyebabkan rasa malu dan pudarnya kepercayaan diri hingga akhirnya menarik diri dari lingkungan sosial. Terputusnya kehidupan sosial individu akan berpengaruh besar pada kehidupannya sehari-hari.

Sebenarnya National Institute of Mental Health (NIH) Amerika Serikat telah menetapkan depresi sebagai salah satu bentuk gangguan kejiwaan yang nyata. Ada beberapa pertanda yang menunjukkan individu mengalami depresi yang mendalam, diantaranya; sedih berkepanjangan, gelisah, kosong, hopeless, perimistis, merasa bersalah, dan tidak berharga.

Tidak hanya itu, depresi juga disebutkan dapat berdampak pada keadaan fisik seperti turunnya berat badan secara drastis, mudah lelah, berusaha melukai diri sendiri dan bahkan melakukan percobaan bunuh diri.

NIH sendiri mengklasifikasikan depresi dalam enam tipe yaitu; major depression, persistent depressive disorder, psychotic depression, postpartum depression, seasonal affective disorder, dan bipolar disorder.

Hal menarik muncul pada tipe psychotic depression dimana depresi ternyata bisa mengakibatkan individu mengalami kondisi psikotik. Kondisi psikotik ini meliputi ketidakmampuan individu untuk membedakan kenyataan dengan khayalan ataupun membedakan nilai benar dan salah dalam masyarakat, ini kemudian disebut sebagai delusi. Selain itu, individu yang mengidap depresi psikotik akan mendengar atau melihat sesuatu yang orang lain tidak dapat mendengar atau melihatnya, ini kemudian disebut dengan halusinasi.

Baca: Mensos: Telanjangi dan Arak Pasangan Dituduh Mesum Tidak Dibenarkan!

Mengacu pada tulisan Kendler, dimana tindakan mempermalukan pelaku di depan masyarakat akan menyebabkan rasa malu yang begitu besar dan akhirnya pelaku akan menarik diri dari kehidupan sosialnya. Sama halnya dengan tindakan menelanjangi dan mengarak pasangan tanpa mengenakan pakaian seperti yang ditampakkan dalam video tersebut juga akan menyebabkan rasa malu yang begitu besar.

Tidak menutup kemungkinan kedua orang yang ditelanjangi itu akan menarik diri dari kehidupan sosialnya dan kemudian mengalami depresi berat. Inilah kemudian yang dapat menyebabkan depresi psikotik dimana pelaku mengalami delusi dan halusinasi dalam hidupnya. Jika tidak mendapatkan perawatan dan perlakuan yang benar, orang dengan depresi psikotik bisa melakukan perbuatan yang membahayakan dirinya sendiri salah satunya dengan melakukan bunuh diri.

 

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Riset: Persekusi Bugil Dapat Sebabkan Gangguan

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu