Video Asusila, Kriminolog: Anak Jadi Incaran Baru Bisnis Kejahatan

Estimasi Baca :

Ilustrasi pembuatan video asusila (Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id) - Kriminologi.id
Ilustrasi: pembuatan video porno (Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id)

Kriminologi.id - Terungkapnya video porno yang melibatkan anak di bawah umur menunjukkan anak sebagai sosok yang mulai diincar oleh sindikat kejahatan untuk menangguk keuntungan. Kondisi kejiwaan anak yang masih belum stabil dimanfaatkan pelaku untuk membujuk rayu mereka terlibat dalam kejahatan.
 
"Anak menjadi sosok yang secara psikologis masih belum stabil hingga mampu dibujuk rayu dengan modus-modus bisnis kejahatan seperti video porno," kata kriminolog Universitas Budi Luhur, Chazizah Gusnita dalam perbincangan dengan Kriminologi, Senin, 8 Januari 2018.

Baca: Pemeran Wanita Video Porno Anak Berprofesi Pemandu Lagu Karaoke

Chazizah menuturkan, kondisi kejiwaan anak yang belum stabil itu makin memudahkan pelaku kejahatan untuk membujuk rayu anak terlibat dalam bisnis kejahatan. Sebab dengan menggunakan anak dalam bisnis apa pun juga, pelaku berpikiran bisa mengeluarkan biaya yang sedikit tetapi menangguk keuntungan besar.

Lebih parahnya lagi kasus-kasus seperti ini seperti ada jaringan yang dengan sengaja mencekoki anak-anak dengan film porno sehingga mereka ketagihan dan akhirnya bisa dengan mudah dipergunakan dalam bisnis kejahatan seks.

"Tentu saja ada industrinya, ada jaringannya, ada mafianya," tuturnya.

Selain itu, menurutnya, anak-anak yang rentan disasar oleh bisnis kejahatan seperti ini adalah anak-anak yang berangkat dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Pelaku bisnis kejahatan bisa lebih mudah mendekati korban dengan iming-iming materi yang akan memudahkan kebutuhan hidupnya.

"Karena kebutuhan akan kehidupan sehari-hari untuk korban itu akan diutamakan," katanya. 

Baca: Sutradara dan Pemeran Video Porno Anak Ditangkap

Menurutnya juga, bisnis kejahatan seperti ini sangat mengerikan, karena bukan saja melibatkan anak sebagai pelaku kejahatan tetapi juga mematikan generasi muda dalam jangka panjang.

Mereka yang terlibat dalam bisnis kejahatan ini bisa menyebarkan pengaruh yang sama ke beberapa orang dalam perkembangan hidup dari anak menuju dewasa. 

"Seperti kasus pedofil. Dia akan menyebarkan penyakit yang sama (menyukai anak kecil) ke beberapa orang dalam proses hidupnya menjadi dewasa," pungkasnya.  

Video porno yang menampilkan hubungan intim wanita dewasa dan anak laki-laki sebelumnya telah beredar secara viral di dunia maya dan membuat kehebohan di masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Baca: Video Porno Anak di Bandung Dipesan Lewat Media Sosial dari Rusia

Polisi menyebut ada dua versi video yang diketahui dibuat di dua hotel berbeda wilayah Bandung, Jawa Barat itu. Dalam video tersebut terindikasi ada tiga anak laki-laki yang menjadi pemeran. 

Ketiga anak yang berperan dalam video porno tersebut diektahui adalah pengamen jalanan. Mereka terlibat dalam pembuatan video itu lantaran diberi imbalan uang masing-masing Rp 200 ribu dan dijanjijan akan diberi mainan Playstation. Tragisnya, orang tua dari anak-anak itu juga mengetahui dan menerima imbalan uang Rp 500 ribu. RZ

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Video Asusila, Kriminolog: Anak Jadi Incaran Baru Bisnis Kejahatan

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan tulis komentar kamu