Menguak Transaksi Seks Online di Aplikasi Whisper

Estimasi Baca :

Ilustrasi transaksi seks online di aplikasi whisper. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi transaksi seks online di aplikasi whisper. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Pelaku bisnis prostitusi ternyata semakin kreatif dalam memanfaatkan teknologi informasi. Salah satu aplikasi jejaring sosial yang dikenal aman dalam melakukan transaksi prostitusi adalah Wishper. Aplikasi itu banyak dipakai para lelaki hidung belang karena menawarkan fitur anonimitas yang mampu menyembunyikan atau mengaburkan identitas penggunanya.

Adalah We Chat, sebuah aplikasi media sosial yang beberapa waktu lalu terungkap sering digunakan untuk layanan pijat plus-plus di Apartemen Kalibata City. Prostitusi online ini berhasil dibongkar saat anggota Polres Metro Jakarta Selatan yang mendapat informasi tentang prostitusi online berkedok jasa pijat di apartemen tersebut.

Rupanya selain We Chat, Kriminologi.id juga menemukan aplikasi lain yang digunakan untuk melakukan transaksi seks yaitu melalui aplikasi Whisper. Whisper adalah salah satu applikasi jejaring sosial berbasis Android dan IOS sebagai wadah bagi penggunanya untuk mencurahkan isi hati atau curhat dan berkeluh kesah secara bebas melalui platform tersebut. Whisper menawarkan anonimitas bagi para penggunanya.

Kriminologi.id bertemu dua orang pengguna Whisper yaitu seorang perempuan berhijab bernama IA dan seorang laki-laki muda bernama DS. Walaupun tujuan utamanya sebagai sarana curhat namun kini Whisper justru menjadi sarana melampiaskan nafsu dan kebutuhan seksual para penggunanya.

Infografik menguak transaksi seks online di aplikasi whisper. Infografik: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Seperti yang diucapkan IA bahwa kini unggahan Whisper banyak mengandung konten-konten pornografi

“Kalo di Jakarta, misalnya dari 10 unggahan ya 9 itu kontennya berbau pronografi dan trading seks” ujar IA di sebuah kafe di daerah Senopati, Jakarta Selatan.

Tidak hanya mengunggah konten berbau pornografi, pengguna Whisper juga melakukan transaksi seks layaknya prostitusi. Biasanya unggahan ini ditandai dengan kata-kata BU (Butuh Uang), Open BO (Open Booking), tawaran VS (Video Seks), dan CS (Chat Seks).

Narasumber lainnya yaitu DS mengaku mendapati beberapa layanan seks yang ditawarkan melalui Whisper memiliki harga yang beragam.

“Selain itu juga ada juga yang buka open jasa VCS (Video Chat Sex) sama CS (Chat Sex),” ujar DS

Harga yang ditawarkan untuk layanan jasa VCS tergolong murah sekitar Rp 50 ribu saja. Sedangkan untuk layanan seks yang ditawarkan melalui Whisper harganya lebih beragam.

“Range harganya berkisar Rp 350 ribu sampai termahal Rp 1,3 juta itu sudah include room.” kata DS.

Saat wawancara dilakukan, DS mengaku sudah 3 bulan menggunakan Whisper dan menurut pengakuannya, dia juga melakukan hubungan seks pertama kali dengan seseorang yang dia temui di Whisper. Saat pertama kali melakukannya memang DS mengaku membayarkan sejumlah uang untuk perempuan yang menjadi pasangannya.

“Pertama kalinya saya melepas keperjakaan melalui aplikasi Whisper itu. Pertama kali melakukannya itu saya membayar, tidak usah disebutkanlah nominalnya,” ungkap DS.

Menurut penuturan DS, selama 3 bulan ini dia sudah melakukan hubungan seksual dengan 4 perempuan yang dikenalnya melalui Whisper baik yang berbayar maupun yang gratis. Setelah melakukan hubungan seksual ini biasanya DS akan lepas kontak dengan perempuan tersebut dengan alasan untuk menjaga privasi.

“Ya setelah selesai kita lepas kontak. Enaknya kan Whisper anonim jadi ya privasi masing-masing terjaga. Kalo kita keluar atau ganti username kan semua chat di Whisper kehapus jadi aman-aman aja.” tutur DS di sebuah kafe di daerah Cipete, Jakarta Selatan.

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Warung Nula Menguak Transaksi Seks Online di Aplikasi Whisper

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu